twitter rss
Tampilkan postingan dengan label share. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label share. Tampilkan semua postingan

Bromo: Perjalanan Panjang yang Memuaskan di Lautan Pasir

Memori 11-12 Juni 2011

Masih teringat pesan-pesan Mbah Jiwo sewaktu briefing akhir sebelum berangkat menuju Bromo, "Belum bisa disebut sahabat kalau belum melalui 3 perkara, perjalanan bersama, bermalam bersama, dan maslaah keuangan (betul gak mbah, lupa2 ingat :p). Dan Alhamdulillah kita akan melaluinya sekaligus dalam agenda ini (Ekspedisi Bromo)". Perjalanan ini dilakukan oleh 9 petualang sejati dari Teater Langit Malang. Semoga saat ini kita benar-benar menjadi sahabat.

mejeng dulu sebelum berangkat
Seperti biasa setelah molor sekitar 1 jam, pukul 17.00 kami memulai perjalanan menuju Bromo. Warna-warni musik mulai dari religi sampai koplo --sebelum akhirnya diprotes sama yang lain-- mengantarkan kami mengarungi perjalanan malam yang dingin. Canda tawa dan cerita menjadi bumbu menambah sedap didalam mobil. Melewati daerah yang asing dan terkesan angker menjadi cemilan di sepanjang perjalanan.
  
Mungkin ini menjadi hari keberuntungan kami, memasuk desa Purut, Probolinggo kami disajikan tontonan Jaran Kencak, kuda yang menari, entah apakah memang bisa menari atau karena kerasukan. Jalanan macet dan untung ada pak hansip yang membantu membukakan jalan kepada kami, menyibak lautan manusia dan sepeda motor yang memenuhi jalan.
  
Sekitar pukul 21.00 kami sudah sampai di wilayah Tengger, muter-muter mencari tempat berlindung dari udara dingin. Hanya bermodal percaya kepada pak sopir yang sekaligus guide kami, bro Fuad, akhirnya kami mendapatkan penginapan yang istimewa, ada kamar tidur ++. Maksudnya gak cuma buat tidur, tapi bisa berfungsi juga sebagai dapur untuk memasak bekal yang telah kami bawa, mie instan.
  
Setelah bersitirahat sambil menahan dingin, dan mencoba tidur walau tidak bisa nyenyak, sekitar pukul 03.00 saya mendengar suara ramai dari para penghuni kamar lain yang sudah berisap untuk menuju Bromo guna menikmati sunrise disana. Sepertinya sebagian besar lebih memilih ke Penanjakan untuk menikmati sunrise, sedangkan kami langsung menuju kawah Bromo. Setelah kami semua siap, berangkatlah dengan jalan kaki menuju kawah. Setelah berpikir dan mempertimbangkan sikon, akhirnya kami menggunakan fasilitas ojek. Dini hari yang gelap dan dingin menjadi sahabat perjalanan kami.

Dengan berbekal 2 buah senter dan ingatan sang guide kami, bro Fuad, kami mulai menyusuri lautan pasir Bromo. Tak lama kemudian kami bertemu dengan rombongan lain yang sudah berada di Pura, mereka takut tersesat dan memilih untuk menunggu. Akhirnya mereka bergabung dengan kami dan bersama-sama mencari jalan. Setelah beberapa waktu kami bertemu kebali dengan rombongan lain yang ternyata sudah tersesat, mereka kembali dari jalur yang akan kami lalui. Rasa bingung mulai merasuki kami, ditambah udara dingin yang menembus jaket membuat semakin panik dan mencekam. Rombongan yang tersesat tadi akhirnya menyusuri jalan lain, sedangkan sedangkan rombongan yang bertemu kami sebelumnya memutuskan untuk kembali ke Pura. Karena sudah masuk waktu Subuh akhirnya kamipun sholat berjamaah di hamparan lautan pasir, Subhanallah...

abis sholat subuh
Setelah sholat kami bertemu dengan seorang penjual bunga edelweiss, dan kamipun diantarkan menuju kawah karena kebetulan beliau juga akan berjualan disitu. Ternyata akibat erupsi terjadi, tekstur dan kondisi bromo berubah, jalur yang biasanya bisa ditempuh dengan mudah menjadi sulit dan tertutup. Pertama kami harus menyeberangi jalur lava buatan yang disiapkan apabila terjadi erupsi. Setelah itu kembai naik dan menyusuri jalan mendaki. Setelah beberapa lama akhirnya kami sampai ditangga kawah Bromo. Saya pikir perjalanan menjadi mudah karena ada tangga, ternyata tidak. Tangga tersebut juga tertutupi pasir sehingga menjadi licin dan terpeleset apabila tidak hati-hati. Kembali kebersamaan dan persahabatan kami diuji. Teman-teman yang sudah mencapai atas memberikan semangat kepada kami. Saya sendiri harus membantu teman kami yang kelelahan di tengah jalan. Dengan modal syal saya dan bro Coy menarik teman kami. Dan Alhamdulillah kami pun sampai di mulut kawah Bromo dengan selamat.

bersama di puncak bromo
Walaupun hari sudah terang, ternyata matahari baru terlihat muncul dari balik pegunungan. Rasa hangat mulai memasuki tubuh, angin yang kencang bertiup seakan mengajak menari dan terbang. Suara gemuruh dari kawah bromo juga turut meramaikan indahnya pagi ini. Subhanallah... sungguh indah ciptaan Allah... luar biasa... Kami menikmati dengan cara masing-masing, tapi yang pasti dilakukan adalah foto-foto. Mungkin ini adalah hal wajib yang harus dilakukan setiap orang, ingat istilah di kaskus: "No pic = HOAX" LOL.

sunrise dari puncak bromo
Setelah puas menikmati pagi dikawah Bromo, yang kebetulan suara gemuruh menjadi keras serta asapnya meluas, kami pun turun menuju lautan pasir. Ada yng memilih dengan naik kuda dan jalan kaki, sedangkan saya sendiri memutuskan untuk jalan kaki. *hemat beib*. Dan ternyata kami ditujuan dengan waktu yang bersamaan, karena yang naik kuda menggunakan jalan yang memutar, menghindari jalur lava.
  
Di lautan pasir teman-teman kembali memanfaatkan momen untuk berfoto-foto ria. Berbagai model diperagakan dan diikuti oleh pengunjung yang lain. Mulai dari gaya lompat-lompat, duduk-duduk, hingga ndlosor di pasir. Perut mulai berontak, rasa lapar melanda, untunglah ada cilok yang hadir di waktu yang tepat. Sungguh penjual cilok ini menjadi pahlawan kami.

terbang di atas lautan pasir
Setelah puas, kami pun kembali ke penginapan. Rombongan kembali terpecah mejadi dua, jalan kaki dan naik ojek. Sekali lagi saya memelih untuk jalan kaki, biar bisa menikmati pemandangan dan tantangan di lautan pasir. Dan yang terpenting adalah saya merupakan anggota KPK (Komunitas Pejalan Kaki) *ngeles* *hemat beib*. Saya tidak mengira jika jalan yang akan kami lalui adalah jalur menanjak. Benar-benar membuat kelelahan. Untung bro Fuad membawa madu, lumayan bisa meningkatkan stamina. Tak lama kemudian kami disalip oleh 2 bule cewek dari Holland, mereka sangat bersemangat dan seperti tidak mengnal rasa lelah, dan saya merasa malu sekali. Sambil terus berjalan kelelahan saya mulai teringat, *Bagaimana kita mau kuat jalan seperti ini, pagi saja belum sarapan dan semalam hanya makan mie instan. Ya jangan dibandingkan dengan si bule yang makanannya jelas terjamin* *tepok jidat*. LOL.
  
Setelah sampai dipenginapan, kami disambut oleh teman-teman yang sudah sampai duluan dengan naik ojek. Kembali makanan instan menjadi pilihan utama untuk sarapan, kali ini saya makan bubur instan + pop mie. Benar-benar memprihatinkan. Tak lama kemudian setelah ngobrol-ngobrol, rasa kantuk kembali menerpa. Saya memilih untuk tidur sebentar sebelum melakukan perjalanan pulang.
  
Sekitar pukul 11.00 kami check-out dari penginapan dan menuju ke Banyu Biru, Pasuruan. Kembali alunan musik dan canda tawa mengiringi perjalanan kami, tapi hal tersebut tidak bertahan lama. Rasa lelah lebih kuat dan membuat sebagian besar teman-teman tertidur dalam perjalanan. Tak terasa kami pun sampai di Banyu Biru. Walaupun saya tidak bisa berenang, saya tetap masuk ke kolam, mencari kesegaran dan refresh pikiran. Hanya sekitar 1 jam kami disana, dan kami pun langsung kembali ke Malang. Sekitar pukul 16.00 kami sudah sampai di kontrakan masing-masing dengan selamat. 24-hour trip.

sendiri di pinggir kawah bromo

Avatar Apartment, 16 Juni 2011
  

  
Pak Wow TL a.k.a @AbaH_GahuL
this article also published at facebook


Ada apa sih!?

"I feel something missing.." mungkin istilah tersebut tidak asing di telinga kita, khususnya saya. Mungkin memang saat ini kita (baca: Teater Langit) sedang merasakan hal tersebut, apalagi teman2 yg sudah bergabung lama dan merasakan bagaimana suka-duka TL di masa lalu.

Situasi seperti ini tidak hanya terjadi pada saat ini, akan tetapi pada masa sebelumnya pernah kita alami, seperti halnya pada saat saya menjadi ketua. Jujur pada saat itu saya sendiri juga bingung bagaimana mengembalikan kondisi TL sperti sebelumnya.

Kalau bisa diwujudkan, maka hal yang terasa hilang tersebut adalah "kebersamaan". Dalam kebersamaan kita bisa merasakan kekompakan, canda, tawa, ceria dan hal2 yg menyenangkan lainnya.

Kebersamaan ini bukan kita dapatkan dengan mengenang masa lalu dan mengembalikan semuanya seperti dulu. NON SENSE. Tidak mungkin. Semua yg telah lalu pasti berlalu dan tidak akan kembali lagi. Baik dari segi wakgtu, ruang, dan individunya. Semua pasti berubah, datang dan pergi silih berganti. Hari terus berganti, waktu terus berjalan.

Kebersamaan disini haruslah kita bangun. Kebersamaan adalah rekayasa positif yang diciptakan dan disengaja. Kebersamaan itu muncul berdasarkan hukum sebab-akibat yg ditimbulkan oleh suatu momen yg dibuat secara bersama dan kontinyu.

Nah, sekarang bagaimana membangun kebersamaan itu? Kebersamaan akan muncul dari kesadaran diri sendiri. Lakukanlah apa yg memang seharusnya dilakukan. Kerjakan tugas2 yg harus ditunaikan. Jangan terlalu dalam memikirkan hal2 yg tidak perlu. Biarlah apa kata orang, yg penting kita terus berjalan sesuai arah tujuan. TAKE ACTION!

Apalagi saat ini TL dalam tahap berkembang, dengan peningkatan jumlah anggota yang sangat pesat pastinya juga menuntut kerja keras para pengurusnya. Saat ini TL bukan lagi sebuah perkumpulan orang2 narsis, bukan perkumpulan orang2 yg suka jalan2 dan makan, bukan organisasi main2 yg hanya untuk suka2 saja. TL adalah organisasi profesional. Dikelola dengan manajemen yg baik, mempunyai visi dan misi yg jelas, mempunyai target terukur.

Oleh karena itu kawan, marilah kita bersama membangun kebersamaan ini, kita bukanlah teman dalam 1 wadah, tapi kita adalah KELUARGA. Sampai kapanpun dan bagaimanapun ikatan keluarga tidak akan putus. 

Wallahua'lam bishowab.
*****
"Dalam sebuah organisasi pasti ada yg datang dan pergi, keluar dan masuk. Dan yg paling merasa sedih adalah orang yg menyaksikan kejadian tersebut, dia sudah sejak awal berada disitu dan tidak pergi kemanapun." (MJ).
*****


Dedicated to Teater Langit
Tulisan ini juga dipublikasikan dalam note di Privat Group Teater Langit Ngalam.


Rencana Besar

Selamat pagi kawan! (walaupun sekarang aslinya sudah malam, tapi tetap menggunakan semangat pagi).

Ya hari ini tadi akhirnya saya nengok (baca: harus ke) kampus. Setelah beberapa waktu saya menghilang dari peradaban kampus, hari ini saya kembali terlihat seperti mahasiswa sebenarnya. Celana jeans hitam dipadu dengan kemeja lengan pendek kotak-kotak abu-abu biru ditambah dengan sweater hitam dan sepatu vantovel coklat-hitam yang sudah mulai kelaparan sobek membawa saya menuju kampus tercinta. Saking cintanya sudah hampir 5 tahun saya hampir tiap hari pergi kesana. hahaha...

Dengan agak tertatih (kata teman saya seperti orang mabuk) saya memasuki kantor fakultas ekonomi yang memang tidak asing bagi saya. Orang-orang disana pun hampir rata-rata tahu saya dengan pasti (pasti angkatan tua). Memang hari ini sedikit spesial bagi mahasiswa, yaitu dimana KHS bisa diterima (ralat: tidak jadi spesial karena nilai KHS sudah bisa dilihat melalui internet sejak beberapa pekan yang lalu). Tapi mungkin bagi saya ini adalah hari spesial dan bersejarah, karena akhirnya setelah melewati 99 rintangan dan 101 cobaan dalam perjalanan ke Barat untuk mengambil kitab suci... eh, salah! yang benar saya akhirnya mengajukan outline.

krik...krik...krik....

betewe,,outline apaan yak!?
Gini aja lah, ini bisa dibilang langkah awal saya untuk bisa mengerjakan skripsi, ya kurang lebih pengajuan judul skripsi getoo... eh bro, skripsi itu makanan apa ya?? *lirik aisyi*

Sebenarnya saya mau jujur, bahwa sejak beberapa waktu kemarin saya telah mengidap penyakit yang sangat berbahaya yang menggerogoti hidup saya bahkan merenggut masa depan saya. Ini juga yang menyebabkan saya menunda-nunda pekerjaan (baca: skripsi) yang seharusnya sudah bisa saya selesaikan. Akhirnya dengan sedikit motivasi yang tersisa, saya mencoba bangkit untuk meraih kembali impian yang sempat pudar. Pastinya seluruh orang tahu penyakit tersebut dan juga pasti pernah mngidapnya juga. Dan penyakit tersebut adalah... MALAS. *eng...ing...eng...*

oke, yang mau ketawa silakan ketawa...
saya emang lagi lebay-lebay dikit lah...

krik..krik...krik....


Mungkin memang kelemahan saya, dimana harus mempunyai motivasi yang benar-benar kuat untuk bisa mengawali mengerjakan ataupun menyelesaikan suatu pekerjaan. Pragmatis? mungkin bisa dibilang seperti itu, tapi perlu digaris bawahi dan dicetak tebal: hal terebut tidak selalu berbentuk uang. Untuk kasus saat ini, yaitu skripsi, saya memang sedang termotivasi karena memang sudah dikejar deadline dan bisa dibilang hampir experied. 4 tahun lebih adalah waktu yang sangat lama dan terbuang percuma dalam hidup saya, kalau tidak segera saya selesaikan maka hal tersebut akan menjadi benar-benar sia-sia. Jadi saat ini bisa saya simpulkan sebagai momen yang tepat untuk saya bisa segera hijrah.



Hari ini tadi saya baru mengajukan outline, dan besok pagi sudah bisa saya dapatkan kepastian dosen pembimbing yang akan membantu saya untuk mengarang bebas menyusun skripsi. Dan dalam waktu kurang dari 1 pekan saya harus bisa menyusun sebuah proposal penelitian untuk diseminarkan tanggal 19 ini. Setelah itu awal April saya harus sudah menyelesaikan skripsi dan siap untuk dibantai diuji. Semoga dosen pembimbing yang saya dapatkan adalah yang terbaik dan bisa saya ajak bekerja sama dalam rencana besar ini. Amiin..

Pada kesempatan ini saya juga minta doa restu dan dukungan dari teman-teman blogger supaya saya bisa lancar melaksanakan rencana besar ini...


‎Mini Film 27°

Selamat pagi kawan. Gimana kabarnya, semoga sehat selalu menyertai anda.

Kali ini saya akan berbagi pengalaman terkait pembuatan film pendek. Selama 3 hari kemarin, yaitu Selasa - Kamis (1/2 - 3/2) kami lagi bikin sebuah film mini. Film ini merupakan pembelajaran awal kita dimana teman-teman Teater Langit sudah memimpikannya sejak lama. Saat ini adalah momen yang pas, dimana teman-teman masih dalam masa liburan, dan kameranya mumpung masih ada dan belum diambil sama yang punya.

Mbah Jiwo sebagai motor penggerak kita sangat bersemangat untuk bisa membuat 1 film saja, sederhana saja, yang simpel dan mudah saja.

Dan akhirnya jadilah mini film pertama kita yang berdurasi 8 menit. Hanya 8 menit saja kita harus shooting selama 3 hari berturut-turut. Lalu bagaimana dengan sinetron di televisi yang sampai puluhan episode itu? Ya, silakan anda bayangkan sendiri.

Banyak faktor-faktor yang sangat berpengaruh besar dalam pembuatan film, khususnya outdoor yaitu cuaca. Selama hampir sepekan ini kota Malang setiap hari pasti turun hujan, nah ini juga yang menyebabkan kita sampai harus 3 hari shooting pada saat cuaca benar-benar cerah.

Nah ini dia buat kawan-kawan yang ingin tahu bagaimana buah karya kita, jadi ya harap maklum karena masih amatiran.

Nah, kali ini Pak Wow berperan sebagai apa? Haha, kali ini saya belum berperan sebagai apa-apa. Namanya juga masih belajar, jadi lebih banya di belakang layar saja. Tapi kebetulan di mini film 27° diatas saya sempat jadi figuran, cuma muncul beberapa detik saja, hahaha... Oke ada yang tau saya muncul dimana??

Harapannya mini film ini menjadi awal pembelajaran kami, dimana impian kami untuk bisa membuat film-film yang turut menghiasi televisi dan layar lebar Indonesia. Amiin...

Ohya, satu lagi. Dengan berhasilnya mini film ini maka terpatahkan juga #MitosTL yang selama ini ada di sekitar kami...

Jayalah selalu perfilman Indonesia...! ;)




Pesan Singkat

Halo kawan, apa kabar..?
Hari ini saya mau berbagi tentang salah satu blog saya yang ternyata saya baru sdar kalo sudah lama sekali tidak merawatnya, hehe... Ya, entah kenapa tadi setelah diajak join di blognya FASKI, saya ingin sekali menengok blog lama saya itu.

Akhirnya dengan bermodal sebuah pesan singkat yang masih terseimpan di hape saya, blog Pesan Singkat tersebut saya update. Seperti namanya, blog ini memang berisi tentang pesan-pesan singkat yang saya dapatkan dari berbagai sumber dan Insya'Allah isinya bermanfaat buat kita semua. Sebagian besar, bahkan hampir keseluruhannya, memang saya dapatkan dari pesan singkat alias sms dari teman-teman saya. Dari pada pesan-pesan ini hanya tersimpan di hape dan inbox pun mulai penuh, akhirnya saya putuskan untuk berbagai dengan teman-teman blogger ataupun onliners lainnya.

Nah, bagi temen-temen yang penasaran, ini ada penampakannya :

Bagi yang ingin ke TKP bisa langsung klik gambarnya, pasti dijamin selamat sampai tujuan dengan aman. hehe...

Salah satu alasan saya juga mengapa kok mempublikasikan blog ini adalah ternyata ada hasil yang menajubkan saya dapatkan dari data statistik blog tersebut, padahal selama 6 bulan saya tidak menyentuhnya ternyata ada saja orang-orang yang kesasar mampir kesana. Tapi walaupun mereka tersesat mampir di blog Pesan Singkat tersebut, semoga tidak kecewa dengan materi yang ada disana. Hari ini sudah ada 72 kunjungan di blog Pesan Singkat tersebut dan 33 diantaranya membuka posting-an hari ini, yaitu Jangan Bangga. Oya, tentu saja ini juga berkat promosi saya di facebook dan twitter saya.

Semoga dengan adanya informasi ini temen-temen blogger juga bersedia mampir ke blog tersebut, dan semoga dapat memberikan manfaat buat kita semua. Amiin...


Change the Game --> 2011

Halo kawan,,
Ya ternyata ini sudah tahun 2011, dimana berbagai persitiwa yang telah kita lalui di tahun kemarin menjadi kenangan dan juga pengalaman yang harus diperhatikan untuk modal di 2011 ini.

Oke, Change the Game kalo kita mendengar istilah itu pasti langsung menjurus kepada LPI sebuah kompetisi sepak bola baru (baca: pesaing) di indonesia ini. Tapi untuk saat ini saya tidak membahasnya, hanya motto-nya saja yang kita ambil. Spirit yang tersimpan dibalik kata-kata itu sangat pas untuk kita aplikasikan dalam kehidupan kita di tahun 2011 ini, khususnya buat saya sendiri. Dimana tahun ini adalah kesempatan besar untuk mewujudkan mimpi-mimpi masa lalu dan juga membangun mimpi-mimpi baru di masa depan.

source: www.iilmforyou.blogspot.com

Akhir-akhir ini saya memang sedang disibukkan dengan aktivitas recording baik dari teman-teman Teater Langit sendiri ataupun job sampingan dari luar. Alhamdulillah ada rejeki tambahan. Ya, tapi hal tersebut cukup menyita waktu saya dalam beraktivitas di luar kamar, berhari-hari pekerjaan saya habis bangun tidur langsung kembali ke laptop sampai malam menjelang tidur, dan esok paginya begitu lagi. Apalagi saat ini ada kesempatan karir baru untuk melatih teater anak-anak SD, ya walaupun hanya momentum tertentu, paling tidak ini bisa menambah pengalaman dan juga yang pasti income saya di bulan ini. hehehe...

Pada awal saya terima job sekitar awal bulan ini, saya membuat statement yang jika dipikir-pikir itu ada benarnya, yaitu:
semakin banyaknya proyek yang didapat berbanding lurus dengan meningkatnya income yang juga meningkatnya efek jenuh... #abahgahul2011
entah apakah ada orang lain yang lebih dahulu memiliki pernyataan ini, yang pasti ini adalah buah pikiran saya yang tiba-tiba muncul pada saat itu.

Selesai proyek ini saya harap ada waktu luang untuk saya gunakan, paling tidak bisa saya manfaatkan untuk pulang ke rumah, menjenguk orang tua yang selalu mendoakan saya dari jauh. Setelah itu mulai berkonsentrasi untuk mengejar ketertinggalan saya dengan teman-teman yang lain, dimana mereka sudah tidak lagi menyandang status "mahasiswa". Outline --> Proposal --> Skripsi --> Wisuda. Semoga Mei semuanya sesuai rencana, Amiin...

Let's Change the Game..!



Cerita Desember

Hi Guys,, Gimana kabar? Sudah lama sekali saya tidak meng-update blog ini. Ya dengan berbgai macam kesibukan yang menyita waktu, yang lebih tepatnya adalah malas, sangat berpengaruh besar dalam hari-hari saya kemarin.

source: Bishop Allen

Tak terasa bulan Desember ini sudah hampir berakhir, banyak sejarah saya yang berlangsung pada bulan ini, ada yang berakhir pada tahun ini dan berawal pula pada tahun ini. Ya, Desember menjadi salah satu bulan istimewa bagi saya, karena saya juga lahir tepat pada bulan Desember. Pada bulan Desember pula saya mendapatkan pengalam baru sebagai Ketua Teater Langit Malang dan juga menjadi Kooordinator  IT & C pada FoSSEI Regional Jawa Timur yang semuanya telah berakhir pada Desember 2010 ini.

Desember 2010 ini (semoga) menjadi akhir dari masa kuliah yang telah saya tempuh selama 4 tahun, dimana mulai besok Senin saya akan melaksanakan UAS yang (semoga) terakhir kalinya (Amiin). Setelah itu agenda studi di kampus akan berbeda berorientasi, dari yang ngampus untuk kuliah menjadi ngampus untuk skripsi (Amiin), ya setelah UAS ini saya akan mulai berkosentrasi untuk mulai menyelesaikan skripsi yang menjadi akhir masa studi saya. Hanya ada waktu sampai April 2011 untuk bisa menyelesaikan semua yang berhubungan dengan studi, setelah itu Mei 2011 saya bisa wisuda (Amiin).

Banyak impian saya untuk tahun 2011, mulai dari lulus kuliah, memulai bisnis baru dan menjadi wirausahawan muda, menjelajah nusantara, dan banyak lagi....

Bagaimana dengan anda kawan, apa impian di tahun 2011??

 

Forum Curhat

Label: , ,
Met malam kawan,
Wah udah lama banget aku gak ngeblog, kangen berat nih..

Beberapa hari yang lalu, tiba-tiba temen aku sms yang isinya lumayan berat nih, begini isinya :
Assalamualaikum Br0w q m0 nanya:
Pd masa nabi Ibrahim,saat ayahx mlakukan usaha jual beli berhala,yg dlakukan nabi Ibrahim adalah menashati n membiarkanx c0s ayahx tdk bs dnshati,pd masa itu adalah jaman berhala dmn bisnis brhala legal..
Pd zman skrg,dimana k0rupsi adalah ilegal,pa yg hrus dlakukan s'orang ank (dlm prspktif islam) jk mngthui sang ortu k0rupsi??Thanks bwt jwbnx,..
Nah kawan, bagaimana pendapat kalian dengan permasalahan diatas?

65 tahun Indonesia, 3 tahun Teater Langit Ngalam

Hikmah Kereta Terlambat

Satu pekan yang lalu, tepatnya di Kamis, 29 Juli 2010 aku dan keluarga pergi ke Jakarta untuk menghadiri perniakahan ponakan aku. Ya begitulah nasib, ponakan aku udah nikah duluan, tapi malah om-nya ini kelihatannya masih jauh dari jodoh, hehe... Kami memutuskan untuk menggunakan transportasi darat, yaitu kereta api Senja Kediri Bisnis.

Dan sesuai dengan jadwal, kereta berangkat dari stasiun Madiun pukul 19.15 WIB.Pukul 23.30 sudah mulai memasuki stasiun Semarang Poncol dan dari sinilah "penyiksaan" ini dimulai.

Kereta masih menunggu kedatangan kereta lain dari arah Barat, karena jalur yang digunakan hanya satu, sehingga kita harus sabar untuk bergantian. 1 Jam berlalu dan situasi masih belum berubah.

Akhirnya jam 1 dini hari kereta mulai bergerak kembali. Sekitar 5 menit sudah masuk stasiun Semarang Tawang dan akhirnya kereta harus berhenti lagi. Detik berganti detik, menit berganti menit, tapi keadaan masih belum berganti. Sekitar pukul 3 dini hari aku mulai kehilangan kesadaran, rasa kantuk sudah menguasai diri aku. Akhirnya aku menyerah, merebahkan tubuh di kursi yang kosong dan mulai memejamkan mata

Jam 6 pagi, mata mulai terbuka, terdengar suara ibu yang membangunkan aku karena belum sholat subuh. Sudah sampai mana ini? biasanya subuh sudah sampai Cirebon. Dan aku sampai terbelalak, hilang semua kantuk setelah tau kalo kereta ini belum meninggalkan Jawa Tengah sejak semalam. Wah ada apa ini!?

Dengan penuh rasa penasaran aku hanya bisa tunduk dan mengikuti saja alur yang meliku-liku sepanjang rel bersama kereta ini. Hari semakin beranjak siang, belum ada kepastian sampai kapan aku harus terus berada di kereta ini. Padahal jadwal tiba di stasiun Senen Jakarta yang terpampang di tiket adalah pukul 06.30. Oh God...

Aku sudah mulai bosan dengan duduk saja, aku berpindah ke pintu gerbong kereta, dekat dengan sambungan antar gerbongnya. Kereta berjalan hanya sekitar 5-10 menit berpindah dari stasiun 1 ke stasiun selanjutnya. Dan setelah itu berhenti 1-2 jam. Para penumpang yang lain memanfaatkan waktu ini untuk turun dari kereta mencari sarapan, mencuci muka atau bahkan mandi dan ada yang hanya mencari udara segar diluar kereta, seperti halnya aku. Sudah lebih dari 12 jam sejak keberangakatan kami dari Madiun, apalagi yang berangkatnya sejak dari Kediri jam 5 sore kemarin, hmm... seperti apa wajah mereka ya..!? ^_^v

Kereta mulai berjanan, dan aku masih bergelantungan di pintu gerbong (tapi gak kayak monyet loh!). aku penasaran, abis dapat kabar kalo ternyata ada yang anjlog jam 1 dini hari tadi, seperti apakah itu!?

Tiba-tiba suasana di  kereta mulai heboh, ada yang berteriak-teriak histeris. Terdengar ada yang menyebut "Subhanallah", "Masya Allah", dan sebagainya. Sejenak aku perhatikan diantara suara-suara tersebut, dan terdengar kata "laut". Wah emang ada laut disini!? Mana? Gak ada gitu!? Aku sampai celingukan di pintu tapi yang ada hanya tebing, lereng gunung dan hutan saja. "Bukan disitu, tapi sebelah sini!", kata seorang penumpang yang lain. Aku langsung menoleh, dan ternyata benar. Wah... Laut.... Subhanalah betapa luasnya... Laut Jawa yang luas!

Buat temen-temen yang penasaran, ini aku bawakan oleh-olehnya :



Ajaib! Seketika rasa lelah dan penat yang melanda serasa hilang semua. Wah seandainya kita bisa berhenti dan bermain-main di laut sungguh betapa senangnya. Sudah bertahun-tahun aku tidak melihat laut, seingatku terakhir aku pergi ke Paris a.k.a Pantai Parangtritis Jogja tuh kelas 2 SMA, sudah 5 tahun yang lalu.

Tanpa diduga kereta mulai melambat dan berhenti di stasiun Plabuan Gringsing, tepat dipinggir laut. Tanpa berpikir panjang langsung melompat turun dari gerbong dan berlari menuju laut yang hanya berjarak sekitar 10 meter saja. Wah senangnya... Penumpang lain yang juga ikut turun hanya duduk-duduk saja di dekat kereta, tapi setelah tau aku berlari ke laut dan bermain-main disana, mereka akhirnya pada ikutan, haha...



Sayang kakak aku gak mau ikut, padahal jarang-jarang loh. Akhirnya aku bawakan saja beberapa kulit kerang yang banyak numpuk di pinggir laut, sebagai kenang-kenangan. Ya mungkin inilah yang bisa kita sebut sebagai hikmah dari semua ini. Hikmah dari kereta terlambat.

Sebenarnya semua kereta yang ke arah Barat atau Timur melalui Semarang pasti melewati jalur ini, tapi biasanya lewatnya sekitar jam 2 atau 3 dini hari, jadi banyak yang gak menyadari kalo kita lewat pinggir laut karena gelap dan mungkin tertidur pulas. Mungkin hanya mendengar suara ombak saja yang menderu-deru.

Dan ternyata di daerah pinggir laut tadi ada rel yang anjlog seperti berita yang aku dengar dan juga bertepatan dengan adanya pergantian bantalan rel kereta api yang sebelumnya terbuat dari kayu diganti dengan beton karena sudah pada dimakan usia. Ya, mungkin ini termasuk peninggalan mbah londo, penjajah negara kita yang berkuasa lebih dari 350 tahun.

Akhirnya pukul 16.00 kami sampai di Bekasi, turun dan langsung menuju rumah mami sebutan kami untuk memanggil budhe dari keluarga ibu, sedangkan untuk pakdhe kami panggil mamak.

Pukul 17.00 kami sampai di rumah mami, akhirnya bisa mandi, makan, istirahat dan tidur dengan nyaman setelah menempuh perjalanan lebih dari 22 jam. Luar Biasa kawan...!


Armada Masa Depan

Selamat malam kawan,,

Aku cuma mau sharing aja, awal bulan Juli kemarin aku baru dapat hadiah dari orang tua, yaitu sebuah "Armada Masa Depan". Maksudnya apaan sih..??

Hehe.. sebenarnya aku lagi inget sama lagunya ADA band yang berjudul "Armada Masa Depan" yang kebetulan judul itu pas banget dengan yang aku dapatkan. Kalo dengan isi lagunya aku kurang tau, karena aku sendiri gak begitu tau dan hafal dengan liriknya, cuma pernah denger aja beberapa kali.

Nah, buat yang penasaran, ini dia sebuah "Armada Masa Depan" :

Armada Masa Depan

Kawan, kemarin aku juga baru sadar kalo nomor polisi tersebut AREMA banget, ya walaupun bukan kode N yang menunjukkan Malang Raya, tetapi dibalik deretan huruf dan angka tersebut terdapat sebuah makna yang sangat dikenal secara umum "AE 5471 AJ". Udah pada tau maksudnya?

Oke deh, ini penjelasannya :
* AE berarti Madiun
* 5471 berarti SAJI yang merupakan singakatan dari Satu Jiwa, slogan aremania.
* AJ bisa dibaca aja atau saja
Nah, kalo disusun jadinya " Madiun Satu Jiwa Saja"

Walaupun aku cah Mediun aseli, tapi tetap Satu Jiwa Arema Indonesia.

Oke kawan, tunggu kisah petualangan kami berdua dalam cerita-cerita selanjutnya, siapa tau aku bisa keliling Indonesia dengan Armada Masa Depan-ku. Sebelumnya aku sudah mengawalinya dengan touring Madiun - Malang. Trus kemarin Malang - Sidoarjo - Surabaya - Jombang - Madiun PP,, dan ada cerita menarik di dalamnya, dan yang mantab Es Oyen Degan, Duren, Leci khas Jombang. Tunggu liputannya...


Saudara yang Pernah Hilang

Selamat malam kawan, bagaimana kabarnya saat ini? Semoga sehat selalu bersama anda.

Lagi asyik-asyiknya main PES 2010, tiba2 ada sms masuk di HP dari Mbah Jiwo yang berisi : "Aslm. Akh ana minta tolong ganti jaga jamnya arif malam ini jam 8 bisa? Ana mabit". Terus aku jawab, "Wlkmslm. Waduh pak a bsk pg gantikan reza jaga. gmn ya...". SMS jawaban masuk, "Tuker wes, aku besok pg he he he gmn?". Dengan senang hati a balas, "Okelah kalo begitu". Dan itulah sebabnya malam ini akhirnya aku ada kesempatan untuk bisa mengapdet blog. Oya, hari ini tadi Arif pulang kampung ke Banyuwangi, dan kemungkinan besar gak balik ke sini lagi. Sebenarnya dia kemarin mau kuliah,tapi sayang dia gagal di SNM-PTN. Mungkin itu salah satu sebab dia langsung pulang siang tadi. Yang sabar ya Rif, Allah memiliki rencana yang lebih indah dari yang kita harapkan...


Sebelumnya aku lagi blank, gak ada ide mau nulis apa di blog. Sambil mencari inspirasi, aku buka fb, twitter, plurk, dan imel. Dan secara tiba-tiba ada yang ngajak chatting fb, beliau adalah Tariq Mahmood, saudara jauh aku yang berada di Pakistan dan sudah puluhan tahun kita lost contact.


Senang, gembira, haru aku rasakan pada saat itu, bagaimana tidak, ini adalah pertama kalinya aku berkomunikasi secara langsung dengan saudara yang pernah hilang, ya walaupun kita tidak bertemu langsung, ini sudah bisa mewakili.

Beliau ini adalah saudara dari kakek aku dari ibu. Untuk silsilah lengkapnya aku sendiri juga masih bingung. Kebetulan kakek aku itu merantau ke Jawa dari India yang saat ini jadi wilayah Pakistan. Kadi sebenarnya aku ini Indo loh.. ;)


Nah,bagainana dengan kalian kawan, apakah sudah pernah bertemu kembali dengan saudara yang pernah hilang..??



Dekorator mobil pengantin dadakan

Selamat malam kawan,


Di malam yang cerah ini aku mau berbagi cerita dimana sebenarnya cerita ini sudah lama ingin segera aku posting, tapi karena ada bahannya yang kurang (potonya belum ada) jadi aku tunda dulu sampai dengan sekarang ini.

Ini adalah pengalaman aku yang menarik, menantang, dan menjadi penentu masa depanku, eh salah maksudnya harus menjaga nama baik kedua mempelai serta nama baik aku sendiri.

Hal ini berawal ketika mbak Dewi yang secara tiba-tiba muncul di halaman FB dan mengajak aku chatting. Agak aneh sih karena emang yang bersangkutan sudah lama sekali tidak ada kabarnya. Dalam chatting tersebut pada intinya sebenarnya aku cuma dimintai tolong untuk membantu menyebarkan undangan pernikahannya untuk teman-teman  yang ada di Merah Putih Net, secara dia dulu juga pernah gabung disitu. Obrolan berlanjut sampai hingga akhirnya aku ditawarin untuk membantu mendekor mobil pengantinnya, sebenarnya emang aku yang menawarkan bantuan dulu, ya buat nambah pengalaman lah. Dan akhirnya kami pun deal dengan kesepakatan kita.

Akhirnya tibalah di H-1 dimana itu adalah sehari sebelum pernikahannya mbak Dewi,  aku udah siap sama Qipot untuk mulai eksekusi dekorasi mobil. Ternyata sebuah sms masuk dan mengabarkan bahwa dekorasinya ditunda nanti malam saja. Setelah malam ternyata batal kembali, karena udah pada kecapekan sehingga ntar dekorasinya besok pagi saja sebelum akad nikah. Sebenarnya hal tersebut bukanlah masalah, karena aku sudah pesan sebelumnya bahwa semua kebutuhan dan perlengkapan telah disiapkan oleh panitia, bunga plastik, pita, dan hiasan lainnya. Dengan asumsi seperti itu, aku yakin bahwa besok untuk dekor mobil gak butuh waktu yang lama, tinggal tempel aja di mobil, dan trala.... jadi deh...

Akhirnya pagi hari jam 6.30 aku dan Qipot berangkat ke lokasi, yaitu rumahnya mbak Dewi, sepi, bingung mau ngapain. Mobil yang mo didekor juga gak tau. Akhirnya kita cuma duduk gak jelas aja.


Setelah beberapa lama aku memberanikan diri sms mbak Dewi, menanyakan mobil yang mau dihias, dan dijawab kalo yang dihias itu mobilnya Pak xxx (maaf aku lupa namanya). Aku tambah bingung, karena gak tau sama orang yang dimaksud, tapi akhirnya aku disuruh masuk ke rumah dan bisa ketemu dengan Pak xxx tersebut. Mobil udah ketemu, tinggal action...!

Nah, disinilah mulai muncul masalah tantangan, dalam pikiran aku kira mobilnya adalah sedan, tapi ternyata adalah avansa warna merah,, wuiih,, meriah euy...!


Halah, gak apa-apa lah, mau mobil macam apa juga bisa kok dihias, trus yang jadi pertanyaan, ini bunga-bunganya mana? Akhirnya bunga-bunga itu datang, dan... WTF.. apa ini...?

Ternyata oh ternyata, bunga yang udah disediakan adalah bunga hidup alias bunga segar alias bunga asli yang udah dipetik dan semuanya masih utuh belum dirangkai....


Akhirnya dengan sisa-sisa semangat dan juga waktu yang terus mendesak karena juga ingin mengikuti prosesi akad nikah, aku mulai merangkainya dengan pikiran kalut dan sedikit stres.


Dan Alhamdulillah dengan mengenggunakan segenap kekuatan, akhirnya dekor mobil ini bisa selesai dengan semaksimal mungkin dan tepat pada saat prosesi akad nikah dimulai. Dengan berlari aku dan Qipot segara menyusul di lokasi untuk segera mengikuti prosesi tersebut secara langsung.


Dan inilah penampakan dari hasil karya kami :



tampak depan
tampak samping
tampak belakang
pak wow dan hasil karya
hasil karya dan Qipot

Bagaimana hasil karya kami kawan? 

Bagi yang tertarik dan berminat untuk menggunakan jasa kami, bisa langsung menghubungi Pak Wow, melalui FB ataupun twitter. Terima kasih...






Aku dapat Award

Selamat malam kawan,
Di malam yang yang segar dan diiringi dengan gemercik hujan yang turun di Kota Gadis ini, aku mau memposting sebuah award yang aku dapatkan dari Arek Indonesia yang telah diberikan kepada aku secara resmi dalam blognya dan diberikan melalui komentarnya pada postinganku yang berjudul Malasnya Ngeblog.

Nah kawan ini dia penampakan award-nya :

Arek Indonesia

Tak lupa tentunya aku mengucapkan terima kasih kepada Arek Indonesia yang telah memberikan award ini. Semoga ini juga bisa menjadikan motivasi untuk aku untuk terus ngeblog dan berkarya.

Baiklah kawan, semoga kawan-kawan yang belum beruntung, lain kali pasti juga bisa mendapatkannya, karena award ini akan selalu diberikan oleh Arek Indonesia setiap bulannya kepada 3 blogger.


Lelah...




Roadshow Ramadhan terancam gagal,,
aku capek dengan semua ini.

Gembar-gembor sana-sini tapi ternyata tidak ada dukungan dari dalam.

Aku sndiri dan tetap dalam kesendrian.

Aku ingin semua seperti dulu lagi,
tapi sayang itu masa lalu yang tak mungkin kembali.

Saat ini yang ada hanya omong kosong tidak ada hasilnya.

Maaf kawan, aku sudah lelah.
Semoga ada generasi baru yang lebih tangguh dan peduli.

Maaf dan terima kasih,

aku adalah kegagalan.

Wassalam...


semoga ini menjadi kenangan yang indah buat kita semua...