Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
"I feel something missing.." mungkin istilah tersebut tidak asing di telinga kita, khususnya saya. Mungkin memang saat ini kita (baca: Teater Langit) sedang merasakan hal tersebut, apalagi teman2 yg sudah bergabung lama dan merasakan bagaimana suka-duka TL di masa lalu.
Situasi seperti ini tidak hanya terjadi pada saat ini, akan tetapi pada masa sebelumnya pernah kita alami, seperti halnya pada saat saya menjadi ketua. Jujur pada saat itu saya sendiri juga bingung bagaimana mengembalikan kondisi TL sperti sebelumnya.
Kalau bisa diwujudkan, maka hal yang terasa hilang tersebut adalah "kebersamaan". Dalam kebersamaan kita bisa merasakan kekompakan, canda, tawa, ceria dan hal2 yg menyenangkan lainnya.
Kebersamaan ini bukan kita dapatkan dengan mengenang masa lalu dan mengembalikan semuanya seperti dulu. NON SENSE. Tidak mungkin. Semua yg telah lalu pasti berlalu dan tidak akan kembali lagi. Baik dari segi wakgtu, ruang, dan individunya. Semua pasti berubah, datang dan pergi silih berganti. Hari terus berganti, waktu terus berjalan.
Kebersamaan disini haruslah kita bangun. Kebersamaan adalah rekayasa positif yang diciptakan dan disengaja. Kebersamaan itu muncul berdasarkan hukum sebab-akibat yg ditimbulkan oleh suatu momen yg dibuat secara bersama dan kontinyu.
Nah, sekarang bagaimana membangun kebersamaan itu? Kebersamaan akan muncul dari kesadaran diri sendiri. Lakukanlah apa yg memang seharusnya dilakukan. Kerjakan tugas2 yg harus ditunaikan. Jangan terlalu dalam memikirkan hal2 yg tidak perlu. Biarlah apa kata orang, yg penting kita terus berjalan sesuai arah tujuan. TAKE ACTION!
Apalagi saat ini TL dalam tahap berkembang, dengan peningkatan jumlah anggota yang sangat pesat pastinya juga menuntut kerja keras para pengurusnya. Saat ini TL bukan lagi sebuah perkumpulan orang2 narsis, bukan perkumpulan orang2 yg suka jalan2 dan makan, bukan organisasi main2 yg hanya untuk suka2 saja. TL adalah organisasi profesional. Dikelola dengan manajemen yg baik, mempunyai visi dan misi yg jelas, mempunyai target terukur.
Oleh karena itu kawan, marilah kita bersama membangun kebersamaan ini, kita bukanlah teman dalam 1 wadah, tapi kita adalah KELUARGA. Sampai kapanpun dan bagaimanapun ikatan keluarga tidak akan putus.
Wallahua'lam bishowab.
Situasi seperti ini tidak hanya terjadi pada saat ini, akan tetapi pada masa sebelumnya pernah kita alami, seperti halnya pada saat saya menjadi ketua. Jujur pada saat itu saya sendiri juga bingung bagaimana mengembalikan kondisi TL sperti sebelumnya.
Kalau bisa diwujudkan, maka hal yang terasa hilang tersebut adalah "kebersamaan". Dalam kebersamaan kita bisa merasakan kekompakan, canda, tawa, ceria dan hal2 yg menyenangkan lainnya.
Kebersamaan ini bukan kita dapatkan dengan mengenang masa lalu dan mengembalikan semuanya seperti dulu. NON SENSE. Tidak mungkin. Semua yg telah lalu pasti berlalu dan tidak akan kembali lagi. Baik dari segi wakgtu, ruang, dan individunya. Semua pasti berubah, datang dan pergi silih berganti. Hari terus berganti, waktu terus berjalan.
Kebersamaan disini haruslah kita bangun. Kebersamaan adalah rekayasa positif yang diciptakan dan disengaja. Kebersamaan itu muncul berdasarkan hukum sebab-akibat yg ditimbulkan oleh suatu momen yg dibuat secara bersama dan kontinyu.
Nah, sekarang bagaimana membangun kebersamaan itu? Kebersamaan akan muncul dari kesadaran diri sendiri. Lakukanlah apa yg memang seharusnya dilakukan. Kerjakan tugas2 yg harus ditunaikan. Jangan terlalu dalam memikirkan hal2 yg tidak perlu. Biarlah apa kata orang, yg penting kita terus berjalan sesuai arah tujuan. TAKE ACTION!
Apalagi saat ini TL dalam tahap berkembang, dengan peningkatan jumlah anggota yang sangat pesat pastinya juga menuntut kerja keras para pengurusnya. Saat ini TL bukan lagi sebuah perkumpulan orang2 narsis, bukan perkumpulan orang2 yg suka jalan2 dan makan, bukan organisasi main2 yg hanya untuk suka2 saja. TL adalah organisasi profesional. Dikelola dengan manajemen yg baik, mempunyai visi dan misi yg jelas, mempunyai target terukur.
Oleh karena itu kawan, marilah kita bersama membangun kebersamaan ini, kita bukanlah teman dalam 1 wadah, tapi kita adalah KELUARGA. Sampai kapanpun dan bagaimanapun ikatan keluarga tidak akan putus.
Wallahua'lam bishowab.
*****
"Dalam sebuah organisasi pasti ada yg datang dan pergi, keluar dan masuk. Dan yg paling merasa sedih adalah orang yg menyaksikan kejadian tersebut, dia sudah sejak awal berada disitu dan tidak pergi kemanapun." (MJ).
*****
Dedicated to Teater Langit
Tulisan ini juga dipublikasikan dalam note di Privat Group Teater Langit Ngalam.
1 komentar
Met malam kawan,
Wah udah lama banget aku gak ngeblog, kangen berat nih..
Beberapa hari yang lalu, tiba-tiba temen aku sms yang isinya lumayan berat nih, begini isinya :
Assalamualaikum Br0w q m0 nanya:
Pd masa nabi Ibrahim,saat ayahx mlakukan usaha jual beli berhala,yg dlakukan nabi Ibrahim adalah menashati n membiarkanx c0s ayahx tdk bs dnshati,pd masa itu adalah jaman berhala dmn bisnis brhala legal..
Pd zman skrg,dimana k0rupsi adalah ilegal,pa yg hrus dlakukan s'orang ank (dlm prspktif islam) jk mngthui sang ortu k0rupsi??Thanks bwt jwbnx,..
Nah kawan, bagaimana pendapat kalian dengan permasalahan diatas?
Hikmah Kereta Terlambat
Label:
Bekasi,
curhat,
Family,
fun,
hebat,
Jakarta,
Kereta Api,
Laut,
Laut Jawa,
madiun,
Me,
Narsis,
Pantai,
pengantin,
Saudara,
Semarang,
share,
Video,
Walimah
Satu pekan yang lalu, tepatnya di Kamis, 29 Juli 2010 aku dan keluarga pergi ke Jakarta untuk menghadiri perniakahan ponakan aku. Ya begitulah nasib, ponakan aku udah nikah duluan, tapi malah om-nya ini kelihatannya masih jauh dari jodoh, hehe... Kami memutuskan untuk menggunakan transportasi darat, yaitu kereta api Senja Kediri Bisnis.
Dan sesuai dengan jadwal, kereta berangkat dari stasiun Madiun pukul 19.15 WIB.Pukul 23.30 sudah mulai memasuki stasiun Semarang Poncol dan dari sinilah "penyiksaan" ini dimulai.
Kereta masih menunggu kedatangan kereta lain dari arah Barat, karena jalur yang digunakan hanya satu, sehingga kita harus sabar untuk bergantian. 1 Jam berlalu dan situasi masih belum berubah.
Akhirnya jam 1 dini hari kereta mulai bergerak kembali. Sekitar 5 menit sudah masuk stasiun Semarang Tawang dan akhirnya kereta harus berhenti lagi. Detik berganti detik, menit berganti menit, tapi keadaan masih belum berganti. Sekitar pukul 3 dini hari aku mulai kehilangan kesadaran, rasa kantuk sudah menguasai diri aku. Akhirnya aku menyerah, merebahkan tubuh di kursi yang kosong dan mulai memejamkan mata
Jam 6 pagi, mata mulai terbuka, terdengar suara ibu yang membangunkan aku karena belum sholat subuh. Sudah sampai mana ini? biasanya subuh sudah sampai Cirebon. Dan aku sampai terbelalak, hilang semua kantuk setelah tau kalo kereta ini belum meninggalkan Jawa Tengah sejak semalam. Wah ada apa ini!?
Dengan penuh rasa penasaran aku hanya bisa tunduk dan mengikuti saja alur yang meliku-liku sepanjang rel bersama kereta ini. Hari semakin beranjak siang, belum ada kepastian sampai kapan aku harus terus berada di kereta ini. Padahal jadwal tiba di stasiun Senen Jakarta yang terpampang di tiket adalah pukul 06.30. Oh God...
Aku sudah mulai bosan dengan duduk saja, aku berpindah ke pintu gerbong kereta, dekat dengan sambungan antar gerbongnya. Kereta berjalan hanya sekitar 5-10 menit berpindah dari stasiun 1 ke stasiun selanjutnya. Dan setelah itu berhenti 1-2 jam. Para penumpang yang lain memanfaatkan waktu ini untuk turun dari kereta mencari sarapan, mencuci muka atau bahkan mandi dan ada yang hanya mencari udara segar diluar kereta, seperti halnya aku. Sudah lebih dari 12 jam sejak keberangakatan kami dari Madiun, apalagi yang berangkatnya sejak dari Kediri jam 5 sore kemarin, hmm... seperti apa wajah mereka ya..!? ^_^v
Kereta mulai berjanan, dan aku masih bergelantungan di pintu gerbong (tapi gak kayak monyet loh!). aku penasaran, abis dapat kabar kalo ternyata ada yang anjlog jam 1 dini hari tadi, seperti apakah itu!?
Tiba-tiba suasana di kereta mulai heboh, ada yang berteriak-teriak histeris. Terdengar ada yang menyebut "Subhanallah", "Masya Allah", dan sebagainya. Sejenak aku perhatikan diantara suara-suara tersebut, dan terdengar kata "laut". Wah emang ada laut disini!? Mana? Gak ada gitu!? Aku sampai celingukan di pintu tapi yang ada hanya tebing, lereng gunung dan hutan saja. "Bukan disitu, tapi sebelah sini!", kata seorang penumpang yang lain. Aku langsung menoleh, dan ternyata benar. Wah... Laut.... Subhanalah betapa luasnya... Laut Jawa yang luas!
Buat temen-temen yang penasaran, ini aku bawakan oleh-olehnya :
Kereta masih menunggu kedatangan kereta lain dari arah Barat, karena jalur yang digunakan hanya satu, sehingga kita harus sabar untuk bergantian. 1 Jam berlalu dan situasi masih belum berubah.
Akhirnya jam 1 dini hari kereta mulai bergerak kembali. Sekitar 5 menit sudah masuk stasiun Semarang Tawang dan akhirnya kereta harus berhenti lagi. Detik berganti detik, menit berganti menit, tapi keadaan masih belum berganti. Sekitar pukul 3 dini hari aku mulai kehilangan kesadaran, rasa kantuk sudah menguasai diri aku. Akhirnya aku menyerah, merebahkan tubuh di kursi yang kosong dan mulai memejamkan mata
Jam 6 pagi, mata mulai terbuka, terdengar suara ibu yang membangunkan aku karena belum sholat subuh. Sudah sampai mana ini? biasanya subuh sudah sampai Cirebon. Dan aku sampai terbelalak, hilang semua kantuk setelah tau kalo kereta ini belum meninggalkan Jawa Tengah sejak semalam. Wah ada apa ini!?
Dengan penuh rasa penasaran aku hanya bisa tunduk dan mengikuti saja alur yang meliku-liku sepanjang rel bersama kereta ini. Hari semakin beranjak siang, belum ada kepastian sampai kapan aku harus terus berada di kereta ini. Padahal jadwal tiba di stasiun Senen Jakarta yang terpampang di tiket adalah pukul 06.30. Oh God...
Aku sudah mulai bosan dengan duduk saja, aku berpindah ke pintu gerbong kereta, dekat dengan sambungan antar gerbongnya. Kereta berjalan hanya sekitar 5-10 menit berpindah dari stasiun 1 ke stasiun selanjutnya. Dan setelah itu berhenti 1-2 jam. Para penumpang yang lain memanfaatkan waktu ini untuk turun dari kereta mencari sarapan, mencuci muka atau bahkan mandi dan ada yang hanya mencari udara segar diluar kereta, seperti halnya aku. Sudah lebih dari 12 jam sejak keberangakatan kami dari Madiun, apalagi yang berangkatnya sejak dari Kediri jam 5 sore kemarin, hmm... seperti apa wajah mereka ya..!? ^_^v
Kereta mulai berjanan, dan aku masih bergelantungan di pintu gerbong (tapi gak kayak monyet loh!). aku penasaran, abis dapat kabar kalo ternyata ada yang anjlog jam 1 dini hari tadi, seperti apakah itu!?
Tiba-tiba suasana di kereta mulai heboh, ada yang berteriak-teriak histeris. Terdengar ada yang menyebut "Subhanallah", "Masya Allah", dan sebagainya. Sejenak aku perhatikan diantara suara-suara tersebut, dan terdengar kata "laut". Wah emang ada laut disini!? Mana? Gak ada gitu!? Aku sampai celingukan di pintu tapi yang ada hanya tebing, lereng gunung dan hutan saja. "Bukan disitu, tapi sebelah sini!", kata seorang penumpang yang lain. Aku langsung menoleh, dan ternyata benar. Wah... Laut.... Subhanalah betapa luasnya... Laut Jawa yang luas!
Buat temen-temen yang penasaran, ini aku bawakan oleh-olehnya :
Ajaib! Seketika rasa lelah dan penat yang melanda serasa hilang semua. Wah seandainya kita bisa berhenti dan bermain-main di laut sungguh betapa senangnya. Sudah bertahun-tahun aku tidak melihat laut, seingatku terakhir aku pergi ke Paris a.k.a Pantai Parangtritis Jogja tuh kelas 2 SMA, sudah 5 tahun yang lalu.
Tanpa diduga kereta mulai melambat dan berhenti di stasiun Plabuan Gringsing, tepat dipinggir laut. Tanpa berpikir panjang langsung melompat turun dari gerbong dan berlari menuju laut yang hanya berjarak sekitar 10 meter saja. Wah senangnya... Penumpang lain yang juga ikut turun hanya duduk-duduk saja di dekat kereta, tapi setelah tau aku berlari ke laut dan bermain-main disana, mereka akhirnya pada ikutan, haha...
Sayang kakak aku gak mau ikut, padahal jarang-jarang loh. Akhirnya aku bawakan saja beberapa kulit kerang yang banyak numpuk di pinggir laut, sebagai kenang-kenangan. Ya mungkin inilah yang bisa kita sebut sebagai hikmah dari semua ini. Hikmah dari kereta terlambat.
Sebenarnya semua kereta yang ke arah Barat atau Timur melalui Semarang pasti melewati jalur ini, tapi biasanya lewatnya sekitar jam 2 atau 3 dini hari, jadi banyak yang gak menyadari kalo kita lewat pinggir laut karena gelap dan mungkin tertidur pulas. Mungkin hanya mendengar suara ombak saja yang menderu-deru.
Dan ternyata di daerah pinggir laut tadi ada rel yang anjlog seperti berita yang aku dengar dan juga bertepatan dengan adanya pergantian bantalan rel kereta api yang sebelumnya terbuat dari kayu diganti dengan beton karena sudah pada dimakan usia. Ya, mungkin ini termasuk peninggalan mbah londo, penjajah negara kita yang berkuasa lebih dari 350 tahun.
Akhirnya pukul 16.00 kami sampai di Bekasi, turun dan langsung menuju rumah mami sebutan kami untuk memanggil budhe dari keluarga ibu, sedangkan untuk pakdhe kami panggil mamak.
Pukul 17.00 kami sampai di rumah mami, akhirnya bisa mandi, makan, istirahat dan tidur dengan nyaman setelah menempuh perjalanan lebih dari 22 jam. Luar Biasa kawan...!
Selamat malam kawan,
![]()
Di malam yang cerah ini aku mau berbagi cerita dimana sebenarnya cerita ini sudah lama ingin segera aku posting, tapi karena ada bahannya yang kurang (potonya belum ada) jadi aku tunda dulu sampai dengan sekarang ini.
![]()
![]()
![]()
Dan inilah penampakan dari hasil karya kami :![]()
Bagaimana hasil karya kami kawan?![]()
![]()
![]()
Di malam yang cerah ini aku mau berbagi cerita dimana sebenarnya cerita ini sudah lama ingin segera aku posting, tapi karena ada bahannya yang kurang (potonya belum ada) jadi aku tunda dulu sampai dengan sekarang ini.
Ini adalah pengalaman aku yang menarik, menantang, dan menjadi penentu masa depanku, eh salah maksudnya harus menjaga nama baik kedua mempelai serta nama baik aku sendiri.
![]()
Hal ini berawal ketika mbak Dewi yang secara tiba-tiba muncul di halaman FB dan mengajak aku chatting. Agak aneh sih karena emang yang bersangkutan sudah lama sekali tidak ada kabarnya. Dalam chatting tersebut pada intinya sebenarnya aku cuma dimintai tolong untuk membantu menyebarkan undangan pernikahannya untuk teman-teman yang ada di Merah Putih Net, secara dia dulu juga pernah gabung disitu. Obrolan berlanjut sampai hingga akhirnya aku ditawarin untuk membantu mendekor mobil pengantinnya, sebenarnya emang aku yang menawarkan bantuan dulu, ya buat nambah pengalaman lah. Dan akhirnya kami pun deal dengan kesepakatan kita.
![]()
Akhirnya tibalah di H-1 dimana itu adalah sehari sebelum pernikahannya mbak Dewi, aku udah siap sama Qipot untuk mulai eksekusi dekorasi mobil. Ternyata sebuah sms masuk dan mengabarkan bahwa dekorasinya ditunda nanti malam saja. Setelah malam ternyata batal kembali, karena udah pada kecapekan sehingga ntar dekorasinya besok pagi saja sebelum akad nikah. Sebenarnya hal tersebut bukanlah masalah, karena aku sudah pesan sebelumnya bahwa semua kebutuhan dan perlengkapan telah disiapkan oleh panitia, bunga plastik, pita, dan hiasan lainnya. Dengan asumsi seperti itu, aku yakin bahwa besok untuk dekor mobil gak butuh waktu yang lama, tinggal tempel aja di mobil, dan trala.... jadi deh...
![]()
Akhirnya pagi hari jam 6.30 aku dan Qipot berangkat ke lokasi, yaitu rumahnya mbak Dewi, sepi, bingung mau ngapain. Mobil yang mo didekor juga gak tau. Akhirnya kita cuma duduk gak jelas aja.
![]()
Setelah beberapa lama aku memberanikan diri sms mbak Dewi, menanyakan mobil yang mau dihias, dan dijawab kalo yang dihias itu mobilnya Pak xxx (maaf aku lupa namanya). Aku tambah bingung, karena gak tau sama orang yang dimaksud, tapi akhirnya aku disuruh masuk ke rumah dan bisa ketemu dengan Pak xxx tersebut. Mobil udah ketemu, tinggal action...!
![]()
Setelah beberapa lama aku memberanikan diri sms mbak Dewi, menanyakan mobil yang mau dihias, dan dijawab kalo yang dihias itu mobilnya Pak xxx (maaf aku lupa namanya). Aku tambah bingung, karena gak tau sama orang yang dimaksud, tapi akhirnya aku disuruh masuk ke rumah dan bisa ketemu dengan Pak xxx tersebut. Mobil udah ketemu, tinggal action...!
Nah, disinilah mulai muncul masalah tantangan, dalam pikiran aku kira mobilnya adalah sedan, tapi ternyata adalah avansa warna merah,, wuiih,, meriah euy...!
![]()
Halah, gak apa-apa lah, mau mobil macam apa juga bisa kok dihias, trus yang jadi pertanyaan, ini bunga-bunganya mana? Akhirnya bunga-bunga itu datang, dan...WTF.. apa ini...?
![]()
Halah, gak apa-apa lah, mau mobil macam apa juga bisa kok dihias, trus yang jadi pertanyaan, ini bunga-bunganya mana? Akhirnya bunga-bunga itu datang, dan...
Ternyata oh ternyata, bunga yang udah disediakan adalah bunga hidup alias bunga segar alias bunga asli yang udah dipetik dan semuanya masih utuh belum dirangkai....
Akhirnya dengan sisa-sisa semangat dan juga waktu yang terus mendesak karena juga ingin mengikuti prosesi akad nikah, aku mulai merangkainya dengan pikiran kalut dan sedikit stres.
Dan Alhamdulillah dengan mengenggunakan segenap kekuatan, akhirnya dekor mobil ini bisa selesai dengan semaksimal mungkin dan tepat pada saat prosesi akad nikah dimulai. Dengan berlari aku dan Qipot segara menyusul di lokasi untuk segera mengikuti prosesi tersebut secara langsung.
Dan inilah penampakan dari hasil karya kami :
![]() |
| tampak depan |
![]() |
| tampak samping |
![]() |
| tampak belakang |
![]() |
| pak wow dan hasil karya |
![]() |
| hasil karya dan Qipot |
Bagaimana hasil karya kami kawan?
Bagi yang tertarik dan berminat untuk menggunakan jasa kami, bisa langsung menghubungi Pak Wow, melalui FB ataupun twitter. Terima kasih...
Selamat malam kawan,
Di malam yang yang segar dan diiringi dengan gemercik hujan yang turun di Kota Gadis ini, aku mau memposting sebuah award yang aku dapatkan dari Arek Indonesia yang telah diberikan kepada aku secara resmi dalam blognya dan diberikan melalui komentarnya pada postinganku yang berjudul Malasnya Ngeblog.
Nah kawan ini dia penampakan award-nya :
Tak lupa tentunya aku mengucapkan terima kasih kepada Arek Indonesia yang telah memberikan award ini. Semoga ini juga bisa menjadikan motivasi untuk aku untuk terus ngeblog dan berkarya.
Baiklah kawan, semoga kawan-kawan yang belum beruntung, lain kali pasti juga bisa mendapatkannya, karena award ini akan selalu diberikan oleh Arek Indonesia setiap bulannya kepada 3 blogger.
Roadshow Ramadhan terancam gagal,,
aku capek dengan semua ini.
Gembar-gembor sana-sini tapi ternyata tidak ada dukungan dari dalam.
Aku sndiri dan tetap dalam kesendrian.
Aku ingin semua seperti dulu lagi,
tapi sayang itu masa lalu yang tak mungkin kembali.
Saat ini yang ada hanya omong kosong tidak ada hasilnya.
Maaf kawan, aku sudah lelah.
Semoga ada generasi baru yang lebih tangguh dan peduli.
Maaf dan terima kasih,
aku adalah kegagalan.
Wassalam...
semoga ini menjadi kenangan yang indah buat kita semua...
Malasnya Ngeblog
Label:
Akuntansi Manajemen,
curhat,
Ekonomi,
Kuliah,
Manajemen,
Metodologi Penelitian,
Statistik,
tasawuf,
Teater Langit,
UIN Maliki
Selamat malam kawan,
Di malam yang cerah ini (malam kok cerah sih,,maksudnya gak hujan gitu..) akhirnya aku kembali mengutak-atik blog ini setelah sekiyan lama aku mengabaikannya. Untung blog ini gak seperti pacar, kalo gak diperhatikan bisa marah, hehe... Tapi mungkin ada yang marah juga sih,, bukan blognya, tapi para pembacanya, udah dateng jauh2,, eeh... postingannya masih gak berubah, jadi bosen, kapok dan gak balik kesini lagi. Nah, kalo udah seperti siapa yang jadi rugi...?? Ya jelas aku sendiri lah...
Memang sebuah komitmen di awal yang kelihatannya sepele, dalam bayangan kita pasti akan mudah untuk di laksanakan, ternyata setelah dijalani secara rutin terasa berat juga. Belum lagi kalo dilanda malas dan bosan yang menghantam diri ini. Yah.. jadinya seperti ini, males nulis, males ngeblog. Setelah kemarin aku awali dengan nulis di blog Teater Langit, akhirnya hari ini aku nulis disini.
Oya saat ini sebenarnya aku lagi menghadapi UAS, ya walaupun ujiannya cuma 2 hari, hari Selasa kemarin dan hari Jum'at besok, hal tersebut juga terasa cukup berat. Tasawuf ada tugas + ujian tulis, Alhamdulillah udah beres Selasa kemarin. MetPen harus bikin proposal skripsi, trus ada ujian lisannya juga, ada revisinya lagi yang deadlinenya 3 Juli besok. Statistik II ujian besok Jum'at ini dengan materinya penuh dengan hitungan dan olah data SPSS, ya semoga saja openbook lah, seperti UTS kemarin. Yang terakhir ada AkMen, mata kuliah yang berat di semester ini, pada dasarnya aku sendiri gak paham akuntansi, untung aja takehome jadi bisa dikerjakan sambil lirik2 temen yang pinter lah, hehehe...
Yah mungkin emang gak banyak sih, tapi ini harus aku jalani seiring dengan aktivitas lainnya, dan juga saat ini lagi ada pengabdian tambahan, yaitu melatih teater di MI Nurul Huda Buring. Ya walaupun aku gak turun langsung tiap hari, semoga hasilnya bisa maksimal lah buat tampil 3 Juli. Oke kawan, cukup ini dulu ya, aku harus cari2 bahan lagi buat revisi proposal skripsi ah, bukan buat tugas proposal skripsi MetPen. Untuk proposal skripsi yang beneran kita tunggu semester depan. :)
Selamat petang kawan, bagaimana kabarnya hari ini? Semoga sehat selalu menyertai kita semua...
Masihkan kawan2 ingat kasus tragis Mavi Marmara yang menimpa awak dari kapal tersebut? Sungguh begitu kejam Zionis Israel memenjarakan masyarakat Gaza Palestina sampai bantuan yang akan dikirimkan kepada mereka pun dihadang dan dilarang untuk memasuki kawasan tersebut. Semua akses menuju Gaza ditutup oleh Israel dan juga embargo segala produk ke Palestina.
Sudah jelas kawan, jawabannya adalah BELUM.
Loh kok bisa?
FREEDOM FOR PALESTINE...!!!
Masihkan kawan2 ingat kasus tragis Mavi Marmara yang menimpa awak dari kapal tersebut? Sungguh begitu kejam Zionis Israel memenjarakan masyarakat Gaza Palestina sampai bantuan yang akan dikirimkan kepada mereka pun dihadang dan dilarang untuk memasuki kawasan tersebut. Semua akses menuju Gaza ditutup oleh Israel dan juga embargo segala produk ke Palestina.
Kawan, apakah kita sudah berhasil? Apakah kita sudah menang setelah semua relawan yang ditahan oleh Israel dibebaskan dan pulang ke negaranya masing2? Apakah sudah selesai tugas kita kawan?
Sudah jelas kawan, jawabannya adalah BELUM.
Loh kok bisa?
Iya kawan, sebenarnya apakah misi para relawan tersebut? Mereka bertujuan untuk menembus blokade Israel dan bisa menyalurkan bantuan tersebut ke warga Palestina. Membantu rakyat Palestina untuk terbebas dari belenggu Israel. Mewujudkan Palestina Merdeka kawan...!!!
Oleh sebab itu kawan, marilah kita berkontribusi untuk mereka, mulailah dari hal kecil, sisihkan sedikit rizki kita untuk mereka. Kalau bisa berjuang dengan suara kita di paerlemen dan pemerintahan. Bahkan kita siapkan diri untuk berangkat jihad ke Palestina.
Dan Alhamdulillah aku kemarin mendapat seruan jihad kecil untuk megikuti aksi Munashoroh Palestina yang diadakan oleh aliansi partai dan ormas Islam, ada PKS, PBB, PPP, PAN, Hidayatullah, Pesantren Ar Rahmah, dll. Bukan hanya sebagai peserta aksi, tapi aku yang tergabung di Teater Langit mendapat tugas untuk menampilkan teaterikal di aksi tersebut. Dan Alhamdulillah juga teaterikal tersebut berjalan lancar dan mendapat sambutan yang meriah.
Nah kawan, apa bentuk simpati dan empati kalian untuk Paestina?
FREEDOM FOR PALESTINE...!!!
Selamat siang kawan,,

*UPDATE*
Wah sebenarnya aku masih mau meng-upload lagi videonya, tapi kapasitasnya besar banget, 11Mb dan 54Mb. Buat upload 3 video di atas aja butuh berjam-jam, apalagi tambah itu, gak jadi aku publish ntar jadinya. Ya udahlah kawan, aku mohon maaf cuma bisa ngasih itu aja... :)
Siang yang panas ini di 2 Juni 2010 bertepatan dengan puncak perayaan AREMA sebagai juara ISL 2010. Seluruh AREMANIA merayakannya dengan pawai keliling kota Malang dan sekitarnya., walaupun ini sudah dilakukan semenjak adanya kepastian juara pada laga PSPS vs AREMA yang berakhir imbang.
Kali ini aku akan berbagai berita terkait kondisi dilapangan, tepatnya di kawasan Tlogomas Malang. Ribuan AREMANIA, baik menggunakan sepeda motor, mobil, dan berbagai jenis kendaraan lainnya. Berbagai atribut digunakan, dari kaos, topi, boneka singa, syal, dan bendera, baik bendera Arema maupun bendera Indonesia, bahkan ada yang membawa bendera Timor Leste, karena emang Aremania tersebut adalah warga Timor Leste yang mungkin sedang tugas belajar atau bekerja di Malang. Selain memakai atribut AREMA, tidak sedikit yang juga memakai atribut PERSIJA. Nah buat yang penasaran ini dia rekaman videonya langsung dari Malang, cekidot :
Ya sampai dengan blog ini aku posting, masih banyak AREMANIA yang terus pawai keliling kota. baik secara berkelompok maupun sendiri2. Harapannya semoga pawai ini tidak sampai membawa korban serta untuk selalu menjaga ketertibannya dan saling menghormati sebagai sesama pemakai jalan.
Oya bagi nawak2 yang belum punya atribut AREMA bisa langsung beli online di AREMArchandise.
Oke,
SALAM SATU JIWA AREMANIA INDONESIA.!!!
*UPDATE*
Wah sebenarnya aku masih mau meng-upload lagi videonya, tapi kapasitasnya besar banget, 11Mb dan 54Mb. Buat upload 3 video di atas aja butuh berjam-jam, apalagi tambah itu, gak jadi aku publish ntar jadinya. Ya udahlah kawan, aku mohon maaf cuma bisa ngasih itu aja... :)
Met Malem kawan,,
Wah udah lama nih aku gak apdet blog. Nah khusus malam ini aku mau berbagi sama kawan2 semua terkait kuliner. Hmm... paling asyik nih kalo ngomongin makanan, bawaannya jadi laper melulu nih, hehehe...
Nah kawan, ada salah satu makanan favorit aku yang paling enak kalo disantap pas malem, apalagi pake grimis2 gitu, hmm.. mantab jaya... Ini tadi barusan aku juga baru menikmatinya. Mau tau?? Aku kasih penampakannya nih :
Ada yang bisa nebak makanan apakah itu..?? Yups, semua pasti juga pada tau ya, itu adalah mie pangsit. Makanan murah meriah dan mengenyangkan, sangat cocok banget buat ukuran kantong mahasiswa kayak aku ini. 1 porsi cuma 3.500 perak, dan itu sudah cukup mengenyangkan kawan.
Oke, kawan adakah diantara kalian yang juga mau berbagi makanan favoritnya..??
Pagi kawan, apa kabarnya hari ini?
Kawan, siang nanti aku berencana mau ke Purwosari, menghadiri acara resepsi pernikahannya temenku, Viki. Sungguh mujur sekali nasibnya, kemarin tanggal 15 Mei baru aja wisuda, eh, Sabtu ini dia udah resepsi pernikahan. Yah, nasib orang berbeda-beda, dia sudah wisuda dan nikah, kalo aku wisuda aja masih taon depan (insya'Allah), trus nikahnya? Entahlah... aku sendiri masih belum sampai memikirkannya. Tapi dalam hati aku berniat ntar nikah pada waktu umur udah 25 taon. Amiin...
Hari Kamis kemarin aku baru aja nerima undangan pernikahan tersebut, sebenarnya gak ada yang aneh dari undangan tersebut, normal2 aja seperti undangan pernikahan umumnya. Buat teemn2 yang pengen tau, nih aku kasih penampakannya :
Nah, benerkan gak ada yang aneh. Tetapi tiba2 aku terkejut dan tersentak, bahkan sampai tersedak dan batuk2 setelah membaca ada nama aku tercantum disitu. Mungkin temen2 berpikiran, ya jelaslah ada nama aku disitu, kan emang aku yang diundang. Tapi bukan itu yang aku maksud, maksudnya adalah di belakang nama aku tuh ada embel2 tambahan "SE", apakah itu...?? Nih aku kasih penampakannya biar lebih jelas :
Wah, masih gak jelas ya..?? Ya harap maklum lah tu potonya aku ambil pake hape kamera murahan sih, hehe... Ya jadi disitu tertulis "Abraham, SE" wuih manteb banget coy...!! tambah sip ae..! Btw, aku kemarin lo belum wisuda, kok tiba2 ada tambahan 2 huruf tersebut. Tapi yang pasti itu artinya bukan "Sarjana Ekonomi", mungkin bisa "Sarjana Edan", ato malah "Singo Edan", wah AREMANIA tenan ki...
Dan ini gak hanya aku sendiri yang ngalamin, tapi semua temen2 aku yang diundang namanya ada tambahan 2 huruf tersebut. Mungkin Viki bermaksud upaya ini bia menjadi motivasi temen2 supaya segera bisa nyusul dia yang sudah meraih gelar sarjana duluan. Tapi bagi aku sendiri, hal tersebut menjadi sebuah sindiran dan pecutan buat aku, dimana saat ini secara normal aku seharusnya juga sudah menyandang gelar tersebut, tetapi... Yah.. beginilah kenyataanya kawan...
Saat ini aku hanya bisa berharap semoga kedepan tidak ada halangan lagi untuk bisa segera menyelesaikan tugas kuliah ini, segera selesai dan segera menyambungnya dengan kewajiban lainnya. Oya dan juga uat Viki, selamat menempuh hidup baru, semga menjadi keluarga SAMARA, sakinah, mawadah, warahmah.
بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ“Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan atasmu serta mengum-pulkan kamu berdua (pengantin laki-laki dan perempuan) dalam kebaikan.”
LEADPRENEURSHIP
Label:
A.B. Susanto,
curhat,
Ekonomi,
enterpreneurship,
Indonesia,
Juniardi,
leadpreneurship,
Malang,
Manajemen,
Me,
seminar,
share,
Surabaya,
UIN Maliki,
wirausaha
Selamat siang kawan,,
Pagi tadi aku baru saja ikutan seminar LEADPRENEURSHIP yang diadain oleh Juruan Manajemen FE UIN Maliki Malang dengan pematerinya Dr. A.B. Susanto dan H. Juniardi, SH. M.Si Lumayan lah, cuma bayar 15rb udah bisa dapet fasilitas snack, sertifikat, handout materi, dan juga materi2 yang keren banget dan juga sangat inspiratif sekali. Seminar ini dipandu oleh Dr. Asnawi selaku moderato.
Seperti biasa molor alias jam karet adalah kebiasaan temen2 yang tidak bisa dihindari, dalam poster tertulis acara dimulai pukul 08.00 WIB, tapi pada kenyataannya baru dimulai jam 09.15 WIB. Entah ini merupakan ketidak sengajaan atau memang di model seperti ini agar peserta bisa kumpul terlebih dahulu semua baru acara dimulai. Tapi, ya sudahlah hal tersebut tidak aku pikirkan dengan serius, coz kadang2 aku sendiri juga masih sering datang telat kok, hehe...
Materi pertama disampaikan oleh A.B. Susanto yang sebelumnya di awali oleh asistennya yang menyampaikan curriculum vitae beliau. Hal ini menyita perhatian dari para peserta, karena asisten tersebut adalah seorang wanita muda, cantik, menarik, suaranya renyah sekali disengar, dan juga seorang amoy. Ya aku sendiri berpikiran ini adalah suatu metode yang cerdas dari seorang A.B. Susanto untuk bisa menarik perhatian dari audience sebelum dia mulai memberikan materi. Selain itu ini juga menjadi suatu media promosi dari A.B. Susanto melalui asistennya tersebut. It's okey lah, no problem. Dan kebetulan asisten tersebut hari ini sedang berulang tahun, jadi ketika sebelum mengakhiri materinya A.B. Susanto memberikan sebuah surprise kepada asistennya dengan menyanyikan lagu selamat ulang tahun bersama-sama dengan para audience.
Dalam pemaparannya A. B. Susanto memberikan suatu pengaraha terkait pentingnya berwirausaha, di Indonesia sendiri jumlah wirausaha hanya 0,18% dibandingkan dengan dunia yang mencapai 2%. Tentu hal ini sangat berpengaruh dengan kondisi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Setiap tahun semakin banyak sarjana yang lulus dan mencari pekerjaan dan tentu itu menambah angka jumlah penganguran di Indonesia yang mencapai 9 juta jiwa. Tentu hal ini menjadi problematika kita bersama, baik pemerintah maupun masyarakat Indonesia sendiri. Oleh karena itu, alangkah bijak apabila kita lulus nanti tidak kembali menambah jumlah pengangguran, akan tetapi menjadi seorang entrepreneur yang memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Akan tetapi, kita tidak hanya cukup entrepreneur saja, akan tetapi harus pintar mengelola usaha tersebur dan menjadi leader atau pemimpin yang benar2 tanggunh dan profesional. Sehingga usaha yang telah kia rintis bisa bertahan dan tidak mengalami krisis kepemimpinan. Jadi pada initnya Leadpreneurship adalah kemampuan untuk bisa merubah sumber daya yang rendah menjadi sumberdaya yang bernilai.
Pada sesi kedua, materi motivasi entrepreneurship yang disampaikan oleh H. Juniardi, SH., M.Si dengan penuh semangat dan menggugah kita untuk keluar dari zona nyaman pada diri masing2. Materi ini diawali dengan slogan2 yang menambah semangat audience. Seperti "SELAMAT PAGI!" yang dijawab dengan kata "SEMANGAT!", "SELAMAT SIANG!" dijawab dengan "KERJA KERAS!", "SELAMAT SORE" dijawab dengan "GAJIAN!", dan "SELAMAT MALAM!" dijawab dengan "UENAK TENAN!". Tentu jawaban yang terakhir ini mengundang tawa dan applause dari audience semua. Segala trik dan tips diberikan oleh beliau dengan penuh semangat, sehingga audience sendiri tidak merasa bosan dan waktu begitu cepat berlalu. Hingga pada saat sesi diskusi H. Juniardi, SH. M.Si memberikan suatu stimulus kepada mahasiswa FE UIN Maliki Malang untuk bisa menjadi rekan binaan enterpreneur yang dibimbing langsung oleh beliau sebanyak 10 orang, tetapi harus melewati tes yang diberikan oleh beliau. Bagi yang berminat dan bersungguh2 dipersilahkan untuk menemui beliau di kediamannya. Tentu saja aku sangat tertarik dengan kesempatan ini, dan sebelu mengakhiri statement nya beliau memberikan bocoran bahwa ujian yang harus dikerjakan adalah akan melepas binaannya di Surabaya dan disuruh untuk kembali ke Malang lagi dalam waktu 3-4 jam dengan tanpa membawa uang, HP, dan modal apapun, tetapi hanya dibekali dengan sehelai sapu tangan. Hal ini ditujukan untuk menanamkan main set kepada kita bahwa tidak ada yang tidak bisa dengan usaha.
Beuh... adakah kawan2 yang bermiant mengikuti ujian tersebut...??
Selamat petang kawan2...
Sudahkan kalian dengar tentang adanya perlombaan menggambar Nabi Muhammad di tanggal 20 Mei 2010 esok..? Hal ini benar2 keterlaluan dan sungguh menghina umat Islam se dunia. Kegiatan ini digagas oleh sebuah gruop di Facebook yang bernama Everybody Draw Mohammed Day!
Dari group tersebut aku mendapatkan informasi seperti berkut :
Yang kurang lebih kalo diterjemahi dalam bahasa kita via gugel trenslet seperti ini (maaf jadinya agak tewur):As a snarky response to Muslim bloggers who "warned" Comedy Central about an episode of South Park showing the Prophet Mohammed wearing a bear suit, one Seattle cartoonist, who calls laughter her form of "prayer," is asking artists all over the world to create depictions of Mohammed on May 20, then submit the images to a Facebook page she set up.
Speaking on a Seattle radio show on Friday, cartoonist Molly Norris said she announced her idea as a way of countering the fear exhibited by Comedy Central in censoring episode 201 of South Park.
At the South Park Studios website, a message was posted that notes, "After we delivered the show, and prior to broadcast, Comedy Central placed numerous additional audio bleeps throughout the episode. We do not have network approval to stream our original version of the show."
The New York-based Revolution Muslim group's Web site was largely unavailable Wednesday but a CNN report said the statement was posted alongside a graphic photo of slain Dutch filmmaker Theo van Gogh, who was murdered by a Muslim extremist in Amsterdam in 2004.
Hopefully this page will spark seroius debates in international forums. This page will continue to exist and the date will remain the same. PS: We are not trying to slander the average muslim , its not a muslim/islam hatepage. We simply want to show the extremists that threaten to harm people because of their Mohammed depictions, that we're not afraid of them. That they can't take away our right to freedom of speech by trying to scare us to silence.
Sebagai respon snarky untuk blogger muslim yang "memperingatkan" Komedi Tengah tentang episode South Park yang menunjukkan Nabi Muhammad mengenakan setelan beruang, satu Seattle kartunis, yang menyebut tawa bentuk nya "doa," seniman meminta seluruh dunia untuk menciptakan gambaran dari Mohammed pada 20 Mei, kemudian menyerahkan gambar ke halaman Facebook ia mendirikan.
Berbicara di sebuah acara radio di Seattle pada hari Jumat, kartunis Molly Norris katanya mengumumkan idenya sebagai cara untuk melawan rasa takut yang ditunjukkan oleh Comedy Central di menyensor 201 episode South Park.
Pada website Park Studios Selatan, sebuah pesan yang diposting catatan, "Setelah kami disampaikan pertunjukan, dan sebelum siaran, Komedi Tengah banyak ditempatkan bleeps audio tambahan di seluruh episode. Kami tidak memiliki jaringan untuk melakukan streaming persetujuan versi asli kami dari menunjukkan. "
Revolusi berbasis di New York kelompok Muslim Situs web ini sebagian besar tidak tersedia Rabu tetapi sebuah laporan CNN kata pernyataan itu telah diposting di samping foto grafis dibunuh pembuat film Belanda Theo van Gogh, yang dibunuh oleh seorang ekstremis Muslim di Amsterdam pada tahun 2004.
Mudah-mudahan halaman ini akan memicu perdebatan di forum internasional serius. Halaman ini akan terus ada dan tanggal akan tetap sama. PS: Kami tidak mencoba fitnah yang muslim rata-rata, yang tidak seorang muslim / hatepage islam. Kami hanya ingin menunjukkan ekstremis yang mengancam untuk menyakiti orang karena penggambaran Mohammed mereka, bahwa kita tidak takut pada mereka. Bahwa mereka tidak dapat mengambil hak kita untuk kebebasan berbicara dengan mencoba untuk menakut-nakuti kita untuk diam.
Dari kasus ini Indonesia pun mengambil tindakan, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengirimkan surat kepada pengelola Facebook yang meminta agar jejaring sosial ini menghapus group lomba menggambar Nabi Muhammad. Sedangkan Kementerian Agama Republik Indonesia akan mengajukan protes kepada penyelenggara lomba karikatur Nabi Muhammad yang diselenggarakan melalui facebook. Menurutnya, apa yang dilakukan facebook dengan menyelenggarakan lomba bergambar nabi adalah bentuk penistaan terhadap agama Islam.
Nah kawan, mungkin bentuk protes kita yang paling pas adalah melakukan boikot penggunaan facebook pada tanggal20 Mei 2010 besok. Dengan begitu maka pengunjung facebook pada hari tersebut akan turun drastis, karena seluruh umat Islam di seluruh dunia juga melakukannya. Dengan turunnya jumlah pengunjung, maka pendapatan melalui iklan di facebook juga akan turun.
Selain itu mari kita ganti foto profil kita dengan ajakan untuk boikot di tanggal 20 Mei 2010 tersebut mulai hari ini, sehingga apabila ada kawan kita yang masih belum tau bisa tau dan ikut program ini. Buat temen2 yang belum punya bisa di aplot aja gambar di bawah ini ke favebooknya masing2.
Semoga informasi ini bermanfaat untuk kawan2 semua....
Peduli Callysta
Label:
Callysta Azalia Tara Ayudhia,
curhat,
ginjal,
Me,
Peduli Callysta,
share,
Tumor,
Tumor gnjal,
wilms tumor
Selamet malem kawan,
Sebenarnya hari ini aku rencana mo posting di blog ini tentang cerita sahabat lamaku di waktu TK 'n SD yang akhirnya kami terpisah dan baru ketemu lagi setelah sekitar 10 tahun. Tapi akhirnya niatan ini aku tunda dulu, coz ada info yang penting banget. Info ini aku dapet setelah buka blognya Mbah Jiwo barusan, dan ternyata ada postingan terbaru yang membuat aku merinding membacaya dan rasa haru menyelimutiku.
Posting tersebut berjudul Callysta Azalia Tara Ayudhia, rangkaian kata yang indah dan membentuk suatu nama. Dan itu adalah nama dari seorang anak yang baru berumur 2 bulan. Dia begitu lucu dan menggemaskan, sungguh pastilah bergembira sekali orang tua dari Callysta. Ini adalah poto2nya :
Tapi kawan, dibalik keceriaannya ada suatu penyakit yang ganas telah menyerang dirinya. Penyakit tersebut adalah WILMS TUMOR alias Tumor Ginjal. Subhanallah....
Aku sendiri pun juga tersentak dan heran bagaimana bisa anak sekecil dan sebelia itu bisa menderita penyakit yang tergolong ganas!? Kun fayakun... Jadilah, maka terjadilah... Maha Besar Allah... Dan penyakit ini pun juga baru pertama kali ini aku dengar jadi buat kawan2 yang senasib dengan aku yaitu belum tau penyakit ini, bisa lihat keterangannya disini.
Dari blog ini aku juga mengajak kawan2 semua untuk bisa membantu do'a untuk Callysta dan orang tuanya, semoga dia diberi kesembuhan dan orang tuanya diberi ketabahan meghadapinya. Selain itu diharapkan donasi dari kawan2 semua untuk membantu proses penyembuhan secara medis. Untuk informasi lebih lengkap kawan2 bisa melihatnya di fanspage FB Peduli Callysta.
Selain itu aku juga berharap semoga nanti aku sendiri bisa membantunya tidak hanya do'a, tetapi secara materi juga, semoga aku msih diberi kesempatan untuk melaksanakannya. Amiin...
Oya aku juga udah bikin trit di kaskus supaya informasi ini bisa tersebar lebih luas, kawan2 bisa mlihatnya disini. Terima kasih atas perhatian kawan2, semoga bermanfaat bagi kita semua....
Selamat sore kawan...
Aku jadi bingung nih mo nulis apaan, coz bahan mo aku tulis hari ini ketinggalan di kost. So, blank deh sekarang. BTW, karena kemarin udah berniat untuk terus menulis, maka hari ini tetap tidak ada alasan untuk tidak menulis. Sambil menikmati panasnya udara Malang di sore hari ini, aku akan terus menulis sesuatu di blog ini.
Nah, jadi ada ide nih. Ngomong2 soal panas, saat ini kondisi kota Malang udah gak beda jauh lagi sama kota-kota yang lainnya, yaitu panas. Padahal masih aku inget waktu dulu mo tes SPMB 2006 tuh rasanya dingin banget, adem pokoknya. Udara sejuk, segar, fresh, gak banyak polusi, baik polusi udara, suara, limbah, dan sebagainya. Tapi bagaimana dengan hari ini?? Emang sih kalo malem kadang masih berasa dinginnya, cuma kalo udah siang, huft.... sering2 ngelap keringat dijidat nih. Apalagi kalo harus pergi keluar, rasanya enggak banget deh... mending nyantai dirumah, sambil tiduran, makan cemilan 'n dengerin musik yang slow gitu... beuh... nikmatnya hidup....
Sebenarny apa sih menyebabkan kondisi Malang sekarang ini kayak gini? Apa ini termasuk dampak global warming juga ya..!?!?
Kalo menurut aku sih, ada beberapa penyebab berubahnya kondisi udara di Malang ini, yaitu :
1. Semakin bertambah banyaknya jumlah penduduk yang tinggal di Malang, jadi semakin padat gitu. Khususnya ini disebabkan banyaknya para pendatang yang belajar di Malang, seperti mahasiswa. Jadi aku juga termasuk di dalam sini juga. Beuh....
2. Bertambahnya penduduk menyebabkan semakin banyak makhluk penghirup oksigen. Jadi kita di Malang nih pada rebutan buat ngedapetin oksigen di udara ini.
3. Banyak penduduk, banyak kebutuhan dan otomatis banyak sampah yang dihasilkan.
4. Banyak yang memiliki kendaraan sendiri, jalanan jadi padat, panas, dan polusi udara juga semakin tinggi.
5. Beberapa daerah hijau beralih fungsi menjadi mall, gedung2, dan rumah.
Ya mungkin menurut aku ada 5 itu yang bikin Malang tambah panas, trus bagaimana menurut kawan2 semua...??
Yuk nge-blog lagi kawan...
Label:
arema,
aremania,
aremanita,
aremarchandise,
curhat,
e-business,
e-commerce,
fun,
Me,
pesan singkat,
share
Selamat malam kawan...
Akhir-akhir ini aku mulai aktif ngeblog lagi, ya terinspirasi dari mbah jiwo yang tiap hari selalu apdet blog 'n banyak juga yang komen disana. Dan tak terasa dan tak tersadarkan blog aku yang Pesan Singkat sudah berumur 1 tahun April kemarin. Sesuai dengan namanya, blog tersebut hanya berisi pesan-pesan singkat dengan berbagai macam jenis, ada yang berupa renungan, spirit, informasi, lelucon, dan sebagainya. Dan sumber tulisannya pun gak susah dicari, tinggal aku tulis ulang aja sms yang masuk di hapeku, dan akhrinya traalaa... jadi deh blog tersebut.
Sebenarnya semua itu berawal dari banyaknya sms yang masuk yang berupa taujih dari temen2 dan sangat sayang sekali kalo cuma aku baca sendiri dan langsung dihapus. Kalo aku forward ke temen2 yang lain pastilah banyak pulsa yang terpakai, padahal duit juga pas2an buat beli pulsa. Akhirnya sms2 tersebut aku ketik dan aku simpan di kompi. Setelah beberapa lama, aku baru mengenal blog. Bingung juga punya blog tapi gak ada isinya, dan aku pun teringat dengan sms2 yang udah aku ketik, cukup copy-paste blog tersebut udah berisi. :)
Demi lebih mengkhususkan isi dan materi dari blog tersebut, akhirnya aku bikin blog lagi dan jadilan blog ini. Blog ini hanya berisi tulisan2 yang ringan dan yang memang pingin aku tulis. Bisa jadi curhat, cerita, pengalaman, promosi, informasi, dan sebagainya yang ingin aku sharingkan sama kawan2 semua.
Dan yang terakhir, aku lagi coba2 bisnis online. Seperti tulisan saya sebelumnya yang berjudul Belajar e-Commerce n e-Business, saya bikin blog baru lagi yang bernama AREMArchandise. Blog tersebut berisi produk2 Official Merchandising PT AREMA INDONESIA. Ya Alhamdulillah ada respon positif dari kawan2 yang memesan produk tersebut. Ada dari Jakarta, Jogja, Purwoketo, Banjarmasin, dan Kudus, dan semoga ada kawan2 lain yang memesannya lagi.
Tapi sayangnya, kawan2 lama yang dulu aktif ngeblog juga sekarang kok jadi sepi ya..?? Pada kemanakah mereka??
Ayo kawan kita ramaikan kembali dunia maya ini dengan tulisan2 kita...!!!
Semangat...!!
Met pagi kawan...
Hari ini Sabtu, 15 Mei 2010 di kampus lagi ada acara yang rame n sakral banget. Acara tersebut hanya bisa diikuti oleh sekelompok mahasiswa tertentu, penuh dengan syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi sebelumnya. Sebagian temen2ku juga pada ikutan, tapi sayangnya aku belum bisa ikut saat ini. Ya.. acara itu adalah wisuda, dimana menjadi titik tolak perubahan poin2 di KTP, yang awalnya mahasiswa akan berubah menjadi "......". Lho kok blank?? Ya aku sendiri juga masih bingung mo diisi dengan kata apa, masa mo ditulis "PENGANGGURAN", tentu saja tidak kawan. Dan yang pasti dibelakang nama kita bakalan ada embel2 tambahan yang bakalan melekat terus, Si Fulan, S.E atau Si Fulanah, S.Si dan sebagainya.
Seperti kita ketahui dan sadari bersama, mayoritas sebagian besar mahasiswa yang lulus dari kuliahnya pasti tujuannya mencari pekerjaan. Semakin memperbesar angka para pencari kerja di negeri ini, dan juga semakin memperbesar angka pengangguran di negeri ini. Ya kecuali bagi mereka yang telah memiliki pekerjaan sebelum lulus atau yang telah menjadi wirausaha.
Tapi untuk saat ini aku tidak akan membahas masalah tersebut, karena aku sendiri masih memakai label mahasiswa dan bukan seorang yang punya pekerjaan tetap pula. Sangatlah tidak patut dan tidak etis apabila seorang Pak Wow membicarakan hal tersebut, mungkin bisa-bisa akan dibilang "Lah kon sopo c**!?" mungkin seperti itu dalam bahasa Malangnya.
"Menyedihkan bila teman kita tidak berhasil dalam usahanya, tapi lebih menyakitkan apabila teman kita lebih sukses dari pada kita"
Kurang lebih seperti itu sepenggal kalimat yang aku ingat di film 3 Idiot. Dan benar adanya kalimat tersebut, aku pun saat ini merasakannya. Temen2ku 1 angkatan, dimana pada waktu daftar bareng, OSPEK bareng, kuliah bareng, tapi sayang... lulusnya gak bareng.... sungguh menyedihkan.... :'(
Memang itu semua adalah konsekuensi yang harus aku terima sebagai akibat dari apa yang telah aku kerjakan sebelumnya. Cuti 1 semester di semeter III kemarin membuatku tertinggal 1 tahun dari teman2ku 1 angkatan. Banyak mata kuliah prasyarat yang keluar di semester III tersebut membuatku tersendat dan terhambat untuk bisa mengambil mata kuliah setelahnya, harus sudah menempuh mata kuliah A atau mata kuliah B dulu untuk bisa mengambil mata kuliah C, dan sebagainya lah...
Yah.. semua yang telah terjadi biarlah berlalu dan jangan disesali. Marilah kita sambut hari esok dengan penuh semangat. Serta selamat dan sukses buat temen2ku semua yang wisuda hari ini, ada Iqbal, Ahmed, Aiz, Ridho, Bambang, Mida, Hana, Rezma, Arbie, Agus, Luluk, Aza, Bayu, Mutmainah, Erwin, dan sapa lagi ya yang belum kesebut..?? Kalo ada yang ketinggalan ntar langsung aja ditambahan di komen. Oyi Ker...!!!
Saat itu, Dhuha, hari terakhir aku di Masjid Nabawi untuk menuju Makah.......aku bertanya pada Ibu, Ibu adalah pemilik M****h Tour Travel dimana saya bergabung untuk Umrah di bulan July 2007 yang lalu.
"Ibu ada cerita apa yang menarik dari Umrah....?" (Maklum, ini pertama kali aku ber Umrah). Dan Ibu, memberikan Tausyiahnya. Kebetulan umrahku dimulai di Madinah selama 4 hari, baru ke Makkah. Tujuannya adalah mendapatkan saat Malam Jumat di depan Ka'bah.
Ibu berkata...
"Allah hanya memanggil kita 3 kali saja seumur hidup.."
Keningku berkerut....
"Ibu ada cerita apa yang menarik dari Umrah....?" (Maklum, ini pertama kali aku ber Umrah). Dan Ibu, memberikan Tausyiahnya. Kebetulan umrahku dimulai di Madinah selama 4 hari, baru ke Makkah. Tujuannya adalah mendapatkan saat Malam Jumat di depan Ka'bah.
Ibu berkata...
"Allah hanya memanggil kita 3 kali saja seumur hidup.."
Keningku berkerut....
"Sedikit sekali Allah memanggil kita..?"
Ibu tersenyum.
"Iya, tahu tidak apa saja 3 panggilan itu..?"
Ibu tersenyum.
"Iya, tahu tidak apa saja 3 panggilan itu..?"
Saya menggelengkan kepala
"Panggilan pertama adalah Azan", ujar Ibu
"'Itu adalah panggilan Allah yang pertama. Panggilan ini sangat jelas terdengar di telinga kita, sangat kuat terdengar. Ketika kita sholat, sesungguhnya kita menjawab panggilan Allah. Tetapi Allah masih fleksibel, Dia tidak 'cepat marah' akan sikap kita. Kadang kita terlambat, bahkan tidak sholat sama sekali karena malas. Allah tidak marah seketika. Dia masih memberikan rahmatNya, masih memberikan kebahagiaan bagi umatNya, baik umatNya itu menjawab panggilan Azan-Nya atau tidak. Allah hanya akan membalas umatNya ketika hari Kiamat nanti."
Saya terpekur.... .mata saya berkaca-kaca. Terbayang saya masih melambatkan sholat karena meeting lah, mengajar lah, dan lain lain. Masya Allah.......
Saya terpekur.... .mata saya berkaca-kaca. Terbayang saya masih melambatkan sholat karena meeting lah, mengajar lah, dan lain lain. Masya Allah.......
Ibu melanjutkan, "Panggilan yang kedua adalah Umrah/Haji."
"Panggilan ini bersifat halus. Allah memanggil hamba-hambaNya dengan panggilan yang halus dan sifatnya 'bergiliran' . Hamba yang satu mendapatkan kesempatan yang berbeda dengan hamba yang lain. Jalan-Nya bermacam-macam. Yang tidak punya uang menjadi punya uang, yang tidak merencanakan, ternyata akan pergi, ada yang memang merencanakan dan terkabul.Ketika kita mengambil niat Haji / Umrah, berpakaian Ihram dan melafazkan 'Labaik Allahuma Labaik/Umrotan', sesungguhnya kita saat itu menjawab panggilan Allah yang ke dua.
Saat itu kita merasa bahagia, karena panggilan Allah sudah kita jawab, meskipun panggilan itu halus sekali. Allah berkata, 'Laksanakan Haji/Umrah bagi yang mampu'. Mata saya semakin berkaca-kaca. Subhanallah...... saya datang menjawab panggilan Allah lebih cepat dari yang saya rancangkan. Alhamdulillah...
Saat itu kita merasa bahagia, karena panggilan Allah sudah kita jawab, meskipun panggilan itu halus sekali. Allah berkata, 'Laksanakan Haji/Umrah bagi yang mampu'. Mata saya semakin berkaca-kaca. Subhanallah...... saya datang menjawab panggilan Allah lebih cepat dari yang saya rancangkan. Alhamdulillah...
"Dan panggilan ketiga adalah kematian"
"Panggilan yang kita jawab dengan amal kita. Pada kebanyakan kasus, Allah tidak memberikan tanda tanda secara langsung, dan kita tidak mampu menjawab dengan lisan dan gerakan. Kita hanya menjawabnya dengan amal sholeh. Karena itu , manfaatkan waktumu sebaik-baiknya. ..Jawablah 3 panggilan Allah dengan hatimu dan sikap yang Husnul Khotimah.... Insya Allah syurga adalah balasannya..."
Mata saya basah di dalam Masjid Nabawi , saya sujud bertaubat pada Allah karena kelalaian saya dalam menjawab panggilanNya. Kala itu hati saya makin yakin akan kebesaranNya, kasih sayangNya dan dengan semangat menyala-nyala, saya mengenakan baju Ihram dan berniat, "Aku menjawab panggilan UmrahMu, Ya Allah, Tuhan Semesta Alam......."
Mata saya basah di dalam Masjid Nabawi , saya sujud bertaubat pada Allah karena kelalaian saya dalam menjawab panggilanNya. Kala itu hati saya makin yakin akan kebesaranNya, kasih sayangNya dan dengan semangat menyala-nyala, saya mengenakan baju Ihram dan berniat, "Aku menjawab panggilan UmrahMu, Ya Allah, Tuhan Semesta Alam......."
Source : kaskus
Anakku yang kusayangi di bumi Allah ta’ala,
Segala puji Ibu panjatkan ke hadirat Allah yang telah memudahkan Ibu untuk beribadah kepada-Nya. Shalawat serta salam Ibu sampaikan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya. Amin…
Wahai anakku…
Surat ini datang dari ibumu yang selalu dirundung sengsara... Setelah berpikir panjang Ibu mencoba untuk menulis dan menggoreskan pena, sekalipun keraguan dan rasa malu menyelimuti diri. Setiap kali menulis, setiap itu pula gores tulisan terhalangi oleh tangis, dan setiap kali menitikkan air mata setiap itu pula hati terluka…
Wahai anakku…
Sepanjang masa yang telah engkau lewati, kulihat engkau telah menjadi laki-laki dewasa, laki-laki yang cerdas dan bijak. Karenanya engkau pantas membaca tulisan ini, sekalipun nantinya engkau remas kertas ini lalu engkau merobeknya, sebagaimana sebelumnya engkau telah remas dan telah engkau robek pula perasaanku.
Segala puji Ibu panjatkan ke hadirat Allah yang telah memudahkan Ibu untuk beribadah kepada-Nya. Shalawat serta salam Ibu sampaikan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya. Amin…
Wahai anakku…
Surat ini datang dari ibumu yang selalu dirundung sengsara... Setelah berpikir panjang Ibu mencoba untuk menulis dan menggoreskan pena, sekalipun keraguan dan rasa malu menyelimuti diri. Setiap kali menulis, setiap itu pula gores tulisan terhalangi oleh tangis, dan setiap kali menitikkan air mata setiap itu pula hati terluka…
Wahai anakku…
Sepanjang masa yang telah engkau lewati, kulihat engkau telah menjadi laki-laki dewasa, laki-laki yang cerdas dan bijak. Karenanya engkau pantas membaca tulisan ini, sekalipun nantinya engkau remas kertas ini lalu engkau merobeknya, sebagaimana sebelumnya engkau telah remas dan telah engkau robek pula perasaanku.
Wahai anakku…
Dua puluh lima tahun telah berlalu, dan tahun-tahun itu merupakan tahun kebahagiaan dalam kehidupanku. Suatu ketika dokter datang menyampaikan tentang kehamilanku dan semua Ibu sangat mengetahui arti kalimat tersebut. Bercampur rasa gembira dan bahagia dalam diri ini sebagaimana ia adalah awal mula dari perubahan fisik dan emosi. Semenjak kabar gembira tersebut, aku membawamu sembilan bulan; tidur, berdiri, makan, dan bernafas dalam kesulitan. Akan tetapi itu semua tidak mengurangi cinta dan kasih sayangku kepadamu. Bahkan ia tumbuh bersama berjalannya waktu…
Aku mengandungmu, wahai anakku… Pada kondisi lemah di atas lemah, bersamaan dengan itu aku gembira tatkala merasakan dan melihat terjangan kakimu atau balikkan badanmu di perutku. Aku merasa puas setiap kali aku menimbang diriku, karena semakin hari aku semakin bertambah berat perutku, berarti engkau sehat wal afiat dalam rahimku.
Derita berkepanjangan menderaku hingga sampailah saat itu. Ketika fajar pada malam itu, yang aku tidak dapat tidur dan memejamkan mataku sekejap pun. Aku merasakan sakit yang tidak tertahankan dan rasa takut yang tidak dapat dilukiskan…
Sakit itu terus berlanjut sehingga membuatku tidak lagi dapat menangis. Sebanyak itu pula aku melihat kematian menari-nari di pelupuk mataku, hingga tibalah waktunya engkau keluar ke dunia…
Dua puluh lima tahun telah berlalu, dan tahun-tahun itu merupakan tahun kebahagiaan dalam kehidupanku. Suatu ketika dokter datang menyampaikan tentang kehamilanku dan semua Ibu sangat mengetahui arti kalimat tersebut. Bercampur rasa gembira dan bahagia dalam diri ini sebagaimana ia adalah awal mula dari perubahan fisik dan emosi. Semenjak kabar gembira tersebut, aku membawamu sembilan bulan; tidur, berdiri, makan, dan bernafas dalam kesulitan. Akan tetapi itu semua tidak mengurangi cinta dan kasih sayangku kepadamu. Bahkan ia tumbuh bersama berjalannya waktu…
Aku mengandungmu, wahai anakku… Pada kondisi lemah di atas lemah, bersamaan dengan itu aku gembira tatkala merasakan dan melihat terjangan kakimu atau balikkan badanmu di perutku. Aku merasa puas setiap kali aku menimbang diriku, karena semakin hari aku semakin bertambah berat perutku, berarti engkau sehat wal afiat dalam rahimku.
Derita berkepanjangan menderaku hingga sampailah saat itu. Ketika fajar pada malam itu, yang aku tidak dapat tidur dan memejamkan mataku sekejap pun. Aku merasakan sakit yang tidak tertahankan dan rasa takut yang tidak dapat dilukiskan…
Sakit itu terus berlanjut sehingga membuatku tidak lagi dapat menangis. Sebanyak itu pula aku melihat kematian menari-nari di pelupuk mataku, hingga tibalah waktunya engkau keluar ke dunia…
Engkau pun lahir… Tangisku bercampur dengan tangismu, air mata kebahagiaan. Dengan semua itu, sirna semua keletihan dan kesedihan, hilang semua sakit dan penderitaan, bahkan kasihku kepadamu semakin bertambah dengan kuatnya sakit. Aku raih dirimu sebelum aku meraih minuman, aku peluk cium dirimu sebelum meneguk satu tetes air untuk kerongkonganku…
Telah berlalu tahun dari usiamu. Aku membawamu dengan hatiku dan memandikanmu dengan kedua tangan kasih sayangku. Saripati hidupku kuberikan kepadamu. Aku tidak tidur demi tidurmu, berletih demi kebahagiaanmu…
Harapanku pada setiap harinya, agar aku melihat senyumanmu. Kebahagiaanku setiap saat adalah celotehmu dalam meminta sesuatu, agar aku berbuat sesuatu untukmu. Itulah kebahagiaanku…!!!
Harapanku pada setiap harinya, agar aku melihat senyumanmu. Kebahagiaanku setiap saat adalah celotehmu dalam meminta sesuatu, agar aku berbuat sesuatu untukmu. Itulah kebahagiaanku…!!!
Kemudian berlalulah waktu. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun. Selama itu pula aku setia menjadi pelayanmu yang tidak pernah lalai, menjadi dayangmu yang tidak pernah berhenti, dan menjadi pekerjamu yang tidak pernah lelah, serta mendoákanmu dalam kebaikan dan taufiq untukmu.
Aku selalu memperhatikan dirimu hari demi hari hingga engkau menjadi dewasa. Badanmu yang tegap, ototmu yang kekar, kumis dan jambang tipis yang telah menghiasi wajahmu, telah menambah ketampananmu… Tatkala itu aku mulai melirik ke kiri dan ke kanan demi mencari pasangan hidupmu.
Semakin dekat hari pernikahannmu, semakin dekat pula hari kepergianmu. Saat itu pula hatiku mulai merasa teriris-iris, air mataku mengalir, entah apa rasanya hati ini. Bahagia telah bercampur dengan duka, tangis telah bercampur dengan tawa. Bahagia karena engkau mendapatkan pasangan, dan sedih karena engkau pelipur hatiku akan berpisah denganku…
Waktu pun berlalu, seakan-akan aku menyeretnya dengan berat. Kiranya setelah pernikahan itu aku tidak lagi mengenal dirimu. Senyummu yang selama ini menjadi pelipur duka dan kesedihan, sekarang telah sirna bagaikan matahari yang ditutupi oleh kegelapan malam. Tawamu yang selama ini kujadikan buluh perindu, sekarang telah tenggelam seperti batu yang dijatuhkan ke dalam kolam yang hening, dengan dedaunan yang berguguran. Aku benar-benar tidak mengenalmu lagi, karena engkau telah melupakanku dan melupakan hakku.
Terasa lama hari-hari yang kulewati hanya untuk melihat rupamu. Detik demi detik ku hitung demi mendengarkan suaramu. Akan tetapi penantian kurasakan sangat penjang. Aku selalu berdiri di pintu hanya untuk melihat dan menanti kedatanganmu. Setiap kali berderit pintu aku menyangka bahwa engkaulah yang datang itu. Setiap kali telepon berdering aku merasa bahwa engkaulah yang menelpon. Setiap suara kendaraan lewat aku merasa bahwa engkaulah yang datang.
Akan tetapi semua itu tidak ada. Penantianku telah sia-sia, dan harapanku hancur berkeping. Yang ada hanya keputusasaan, yang tersisa hanyalah kesedihan dari semua keletihan yang selama ini kurasakan. Sambil menangisi diri dan nasib yang memang telah ditakdirkan oleh-Nya…
Waktu pun berlalu, seakan-akan aku menyeretnya dengan berat. Kiranya setelah pernikahan itu aku tidak lagi mengenal dirimu. Senyummu yang selama ini menjadi pelipur duka dan kesedihan, sekarang telah sirna bagaikan matahari yang ditutupi oleh kegelapan malam. Tawamu yang selama ini kujadikan buluh perindu, sekarang telah tenggelam seperti batu yang dijatuhkan ke dalam kolam yang hening, dengan dedaunan yang berguguran. Aku benar-benar tidak mengenalmu lagi, karena engkau telah melupakanku dan melupakan hakku.
Terasa lama hari-hari yang kulewati hanya untuk melihat rupamu. Detik demi detik ku hitung demi mendengarkan suaramu. Akan tetapi penantian kurasakan sangat penjang. Aku selalu berdiri di pintu hanya untuk melihat dan menanti kedatanganmu. Setiap kali berderit pintu aku menyangka bahwa engkaulah yang datang itu. Setiap kali telepon berdering aku merasa bahwa engkaulah yang menelpon. Setiap suara kendaraan lewat aku merasa bahwa engkaulah yang datang.
Akan tetapi semua itu tidak ada. Penantianku telah sia-sia, dan harapanku hancur berkeping. Yang ada hanya keputusasaan, yang tersisa hanyalah kesedihan dari semua keletihan yang selama ini kurasakan. Sambil menangisi diri dan nasib yang memang telah ditakdirkan oleh-Nya…
Anakku…
Ibumu ini tidaklah meminta banyak, dan tidaklah menagih kepadamu yang bukan-bukan. Yang Ibu pinta, jadikan Ibu sebagai sahabat dalam kehidupanmu. Jadikanlah Ibumu yang malang ini sebagai pembantu di rumahmu, agarbisa juga aku menatap wajahmu, agar Ibu teringat pula dengan hari-hari behagia masa kecilmu…
Dan Ibu memohon kepadamu Nak... Janganlah engkau pasang jerat permusuhan denganku, jangan engkau buang wajahmu ketika Ibu hendak memandang wajahmu…
Yang Ibu tagih kepadamu, jadikanlah rumah Ibumu, salah satu tempat persinggahanmu, agar engkau dapt pula sekali-kali singgah ke sana, sekali pun hanya satu detik. Jangan jadikan ia tempat sampah yang tidak pernah engkau kunjungi, atau sekiranya terpaksa engkau datangi sambil engkau tutup hidungmu dan engkau pun berlalu pergi…
Anakku…
Telah bungkuk pula punggungku. Bergemetarlah tanganku, karena badanku telah dimakan oleh usia dan digerogoti penyakit. Berdiri seharusnya dipapah, duduk pun seharusnya dibopong, sekali pun begitu cintaku kepadamu masih seperti dulu. Masih seperi lautan yang tidak pernah kering, masih seperti angin yang tidak pernah berhenti.
Ibumu ini tidaklah meminta banyak, dan tidaklah menagih kepadamu yang bukan-bukan. Yang Ibu pinta, jadikan Ibu sebagai sahabat dalam kehidupanmu. Jadikanlah Ibumu yang malang ini sebagai pembantu di rumahmu, agarbisa juga aku menatap wajahmu, agar Ibu teringat pula dengan hari-hari behagia masa kecilmu…
Dan Ibu memohon kepadamu Nak... Janganlah engkau pasang jerat permusuhan denganku, jangan engkau buang wajahmu ketika Ibu hendak memandang wajahmu…
Yang Ibu tagih kepadamu, jadikanlah rumah Ibumu, salah satu tempat persinggahanmu, agar engkau dapt pula sekali-kali singgah ke sana, sekali pun hanya satu detik. Jangan jadikan ia tempat sampah yang tidak pernah engkau kunjungi, atau sekiranya terpaksa engkau datangi sambil engkau tutup hidungmu dan engkau pun berlalu pergi…
Anakku…
Telah bungkuk pula punggungku. Bergemetarlah tanganku, karena badanku telah dimakan oleh usia dan digerogoti penyakit. Berdiri seharusnya dipapah, duduk pun seharusnya dibopong, sekali pun begitu cintaku kepadamu masih seperti dulu. Masih seperi lautan yang tidak pernah kering, masih seperti angin yang tidak pernah berhenti.
Sekiranya engkau dimuliakan satu hari saja oleh seseorang, niscaya engkau akan balas kebaikannya dengan kebaikan setimpal. Sedangkan kepada Ibumu… Mana balas budimu Nak?! Mana balasan baikmu! Bukankah air susu seharusnya dibalas dengan air susu serupa?! Akan tetapi kenapa Nak! Susu yang Ibu berikan engkau balas dengan air tuba. Bukankah Allah ta’ala berfirman, "Bukankah balasan kebaikan kecuali dengan kebaikan pula?!" (QS. ar-Rahman : 60)
Sampai begitu keraskah hatimu, dan sudah begitu jauhkah dirimu?! Setelah berlalunya hari dan berselangnya waktu?!
Sampai begitu keraskah hatimu, dan sudah begitu jauhkah dirimu?! Setelah berlalunya hari dan berselangnya waktu?!
Wahai anakku…
Setiap kali aku mendengar bahwa engkau bahagia dengan hidupmu, setiap itu pula bertambah kebahagiaanku. Bagaimana tidak, engkau adalah hasil dari kedua tanganku, engkau adalah hasil dari keletihanku. Engkaulah laba dari semua usahaku! Kiranya dosa apa yang telah kuperbuat sehingga engkau jadikan diriku musuh bebuyutanmu? Pernahkah aku berbuat khilaf dalam salah satu waktu selama bergaul denganmu, atau pernahkah aku berbuat lalai dalam melayanimu?
Setiap kali aku mendengar bahwa engkau bahagia dengan hidupmu, setiap itu pula bertambah kebahagiaanku. Bagaimana tidak, engkau adalah hasil dari kedua tanganku, engkau adalah hasil dari keletihanku. Engkaulah laba dari semua usahaku! Kiranya dosa apa yang telah kuperbuat sehingga engkau jadikan diriku musuh bebuyutanmu? Pernahkah aku berbuat khilaf dalam salah satu waktu selama bergaul denganmu, atau pernahkah aku berbuat lalai dalam melayanimu?
Terus, jika tidak demikian, sulitkah bagimu menjadikan statusku sebagai budak dan pembantu yang paling hina dari sekian banyak budak dan pembantumu? Semua mereka telah mendapatkan upahnya… Mana upah yang layak untukku wahai anakku?!
Dapatkah engkau berikan sedikit kepadaku di bawah naungan kebesaranmu? Dapatkah engkau menganugerahkan sedikit kasih sayangmu demi mengobati derita orang tua yang malang ini…? Sedangkan Allah ta’ala mencintai orang yang berbuat baik.
Wahai anakku…
Aku hanya ingin melihat wajahmu, dan aku tidak menginginkan yang lain.
Wahai anakku…
Hatiku teriris, air mataku mengalir, sedangkan engkau sehat wal afiat. Orang-orang sering mengatakan bahwa engkau seorang laki-laki yang supel, dermawan, dan berbudi.
Anakku…
Tidak tersentuhkah hatimu terhadap seorang wanita tua yang lemah, tidak terenyuhkah jiwamu melihat orang tua yang telah renta ini, ia binasa dimakan oleh rindu, berselimutkan kesedihan dan berpakaian kedukaan?! Bukan karena apa-apa. Akan tetapi hanya karena engkau telah berhasil mengalirkan air matanya, hanya karena engkau telah membalasnya dengan luka di hatinya, hanya karena engkau telah pandai menikam dirinya dengan belati durhakamu tepat menghujam jantungnya, hanya karena engkau telah berhasil pula memutuskan tali silaturrahim?!
Dapatkah engkau berikan sedikit kepadaku di bawah naungan kebesaranmu? Dapatkah engkau menganugerahkan sedikit kasih sayangmu demi mengobati derita orang tua yang malang ini…? Sedangkan Allah ta’ala mencintai orang yang berbuat baik.
Wahai anakku…
Aku hanya ingin melihat wajahmu, dan aku tidak menginginkan yang lain.
Wahai anakku…
Hatiku teriris, air mataku mengalir, sedangkan engkau sehat wal afiat. Orang-orang sering mengatakan bahwa engkau seorang laki-laki yang supel, dermawan, dan berbudi.
Anakku…
Tidak tersentuhkah hatimu terhadap seorang wanita tua yang lemah, tidak terenyuhkah jiwamu melihat orang tua yang telah renta ini, ia binasa dimakan oleh rindu, berselimutkan kesedihan dan berpakaian kedukaan?! Bukan karena apa-apa. Akan tetapi hanya karena engkau telah berhasil mengalirkan air matanya, hanya karena engkau telah membalasnya dengan luka di hatinya, hanya karena engkau telah pandai menikam dirinya dengan belati durhakamu tepat menghujam jantungnya, hanya karena engkau telah berhasil pula memutuskan tali silaturrahim?!
Wahai anakku…
Ibumu inilah sebenarnya pintu surga bagimu. Maka titilah jembatan menujunya, lewatilah jalannya dengan senyuman yang manis, pemaafan dan balas budi yang baik. Semoga aku bertemu denganmu di sana dengan kasih sayang Allah ta’ala, sebagaimana dalam hadits,
"Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah. Sekiranya engkau mau sia-siakanlah pintu itu atau jagalah." (HR. Ahmad)
Anakku…
Aku sangat mengenalmu, tahu sifatmu dan akhlakmu. Semenjak engkau beranjak dewasa, saat itu pula tamak dan labamu kepada pahala dan surga begitu tinggi. Engkau selalu bercerita tentang keutamaan berjama’ah dan shaf pertama. Engkau selalu berniat untuk berinfak dan bersedekah…
Akan tetapi anakku, mungkin ada satu hadits yang terlupakan olehmu! Satu keutamaan besar yang terlalaikan olehmu yaitu bahwa Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: "Wahai Rasulullah, amal apakah yang paling mulia?" Beliau berkata, "Shalat pada waktunya." Aku berkata: "Kemudian apa?" Beliau berkata, "Berbakti kepada orang tua." Aku berkata: "Kemudian wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Jihad di jalan Allah.", lalu beliau diam. Sekiranya aku bertanya lagi, niscaya beliau akan menjawabnya."
Wahai anakku…
Ini aku, pahalamu, tanpa engkau bersusah payah untuk memerdekakan budak atau berletih dalam berinfak. Pernahkah engkau mendengar cerita seorang ayah yang telah meninggalkan keluarga dan anak-anaknya, dan berangkat jauh dari negerinya untuk mencari tambang emas. Setelah tiga puluh tahun dalam perantauan, kiranya ia bawa pulang hanya tangan hampa dan kegagalan. Dia telah gagal dalam usahanya. Setibanya di rumah, orang tersebut tidak lagi melihat gubuk reotnya, tetapi yang dilihatnya adalah sebuah perusahaan tambang emas yang besar. Berletih mencari emas di negeri orang, di sebelah gubuk reotnya orang mendirikan tambang emas…
Begitulah perumpamaanmu dengan kebaikan. Engkau berletih mencari pahala, engkau telah beramal banyak, tapi engkau telah lupa bahwa di dekatmu ada pahala yang begitu besar. Di sampingmu ada orang yang dapat menghalangi atau mempercepat amalmu. Bukankah ridhaku adalah keridhaan Allah, dan murkaku adalah kemurkaan-Nya?
Ibumu inilah sebenarnya pintu surga bagimu. Maka titilah jembatan menujunya, lewatilah jalannya dengan senyuman yang manis, pemaafan dan balas budi yang baik. Semoga aku bertemu denganmu di sana dengan kasih sayang Allah ta’ala, sebagaimana dalam hadits,
"Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah. Sekiranya engkau mau sia-siakanlah pintu itu atau jagalah." (HR. Ahmad)
Anakku…
Aku sangat mengenalmu, tahu sifatmu dan akhlakmu. Semenjak engkau beranjak dewasa, saat itu pula tamak dan labamu kepada pahala dan surga begitu tinggi. Engkau selalu bercerita tentang keutamaan berjama’ah dan shaf pertama. Engkau selalu berniat untuk berinfak dan bersedekah…
Akan tetapi anakku, mungkin ada satu hadits yang terlupakan olehmu! Satu keutamaan besar yang terlalaikan olehmu yaitu bahwa Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: "Wahai Rasulullah, amal apakah yang paling mulia?" Beliau berkata, "Shalat pada waktunya." Aku berkata: "Kemudian apa?" Beliau berkata, "Berbakti kepada orang tua." Aku berkata: "Kemudian wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Jihad di jalan Allah.", lalu beliau diam. Sekiranya aku bertanya lagi, niscaya beliau akan menjawabnya."
Wahai anakku…
Ini aku, pahalamu, tanpa engkau bersusah payah untuk memerdekakan budak atau berletih dalam berinfak. Pernahkah engkau mendengar cerita seorang ayah yang telah meninggalkan keluarga dan anak-anaknya, dan berangkat jauh dari negerinya untuk mencari tambang emas. Setelah tiga puluh tahun dalam perantauan, kiranya ia bawa pulang hanya tangan hampa dan kegagalan. Dia telah gagal dalam usahanya. Setibanya di rumah, orang tersebut tidak lagi melihat gubuk reotnya, tetapi yang dilihatnya adalah sebuah perusahaan tambang emas yang besar. Berletih mencari emas di negeri orang, di sebelah gubuk reotnya orang mendirikan tambang emas…
Begitulah perumpamaanmu dengan kebaikan. Engkau berletih mencari pahala, engkau telah beramal banyak, tapi engkau telah lupa bahwa di dekatmu ada pahala yang begitu besar. Di sampingmu ada orang yang dapat menghalangi atau mempercepat amalmu. Bukankah ridhaku adalah keridhaan Allah, dan murkaku adalah kemurkaan-Nya?
Anakku…
Yang aku camaskan terhadapmu, yang aku takutkan bahwa jangan-jangan engkaulah yang dimaksudkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya, "Merugilah seseorang, merugilah seseorang, merugilah seseorang." Ada yang berkata: "Siapa wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang yang mendapatkan kedua ayah ibunya ketika tua, dan tidak memasukkannya ke surga."
Anakku…
Aku tidak akan angkat keluhan ini ke langit, dan aku tidak akan adukan duka ini kepada Allah. Karena sekiranya keluhan ini telah membumbung menembus awan, melewati pintu-pintu langit, maka akan menimpamu kebinasaan dan kesengsaraan yang tidak ada obatnya dan tidak ada tabib yang dapat menyembuhkannya. Aku tidak akan melakukannya Nak! Bagaimana aku akan melakukannya sedangkan engkau adalah jantung hatiku. Bagaimana Ibumu ini kuat menengadahkan tangannya ke langit sedangkan engkau pelipur laraku. Bagaimana Ibu tega melihatmu merana terkena do’a mustajab padahal engkau bagiku adalah kebahagiaan hidupku.
Bangunlah Nak!
Uban sudah mulai merambat di kepalamu. Akan berlalu masa sehingga engkau akan menjadi tua pula, dan al-jaza’ min jinsil amal… Engkau akan memetik sesuai dengan apa yang engkau tanam. Aku tidak ingin engkau menulis surat yang sama kepada anak-anakmu, engkau tulis air matamu sebagaimana aku menulisnya dengan air mata itu pula kepadamu.
Yang aku camaskan terhadapmu, yang aku takutkan bahwa jangan-jangan engkaulah yang dimaksudkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya, "Merugilah seseorang, merugilah seseorang, merugilah seseorang." Ada yang berkata: "Siapa wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang yang mendapatkan kedua ayah ibunya ketika tua, dan tidak memasukkannya ke surga."
Anakku…
Aku tidak akan angkat keluhan ini ke langit, dan aku tidak akan adukan duka ini kepada Allah. Karena sekiranya keluhan ini telah membumbung menembus awan, melewati pintu-pintu langit, maka akan menimpamu kebinasaan dan kesengsaraan yang tidak ada obatnya dan tidak ada tabib yang dapat menyembuhkannya. Aku tidak akan melakukannya Nak! Bagaimana aku akan melakukannya sedangkan engkau adalah jantung hatiku. Bagaimana Ibumu ini kuat menengadahkan tangannya ke langit sedangkan engkau pelipur laraku. Bagaimana Ibu tega melihatmu merana terkena do’a mustajab padahal engkau bagiku adalah kebahagiaan hidupku.
Bangunlah Nak!
Uban sudah mulai merambat di kepalamu. Akan berlalu masa sehingga engkau akan menjadi tua pula, dan al-jaza’ min jinsil amal… Engkau akan memetik sesuai dengan apa yang engkau tanam. Aku tidak ingin engkau menulis surat yang sama kepada anak-anakmu, engkau tulis air matamu sebagaimana aku menulisnya dengan air mata itu pula kepadamu.
Wahai anakku…
Bertaqwalah kepada Allah pada Ibumu. Sesungguhnya surga di kakinya. Basuhlah air matanya, balurlah kesedihannya, kencangkan tulang ringkihnya, dan kokohkan badannya yang telah lapuk.
Anakku…
Setelah engkau membaca surat ini, terserah padamu. Apakah engkau sadar diri dan akan kembali, atau engkau ingin merobeknya.
Wassalam,
Ibumu
Bertaqwalah kepada Allah pada Ibumu. Sesungguhnya surga di kakinya. Basuhlah air matanya, balurlah kesedihannya, kencangkan tulang ringkihnya, dan kokohkan badannya yang telah lapuk.
Anakku…
Setelah engkau membaca surat ini, terserah padamu. Apakah engkau sadar diri dan akan kembali, atau engkau ingin merobeknya.
Wassalam,
Ibumu
Source : kaskus
Langganan:
Postingan (Atom)












