Tampilkan postingan dengan label FoSSEI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FoSSEI. Tampilkan semua postingan
Hi Guys,, Gimana kabar? Sudah lama sekali saya tidak meng-update blog ini. Ya dengan berbgai macam kesibukan yang menyita waktu, yang lebih tepatnya adalah malas, sangat berpengaruh besar dalam hari-hari saya kemarin.
| source: Bishop Allen |
Tak terasa bulan Desember ini sudah hampir berakhir, banyak sejarah saya yang berlangsung pada bulan ini, ada yang berakhir pada tahun ini dan berawal pula pada tahun ini. Ya, Desember menjadi salah satu bulan istimewa bagi saya, karena saya juga lahir tepat pada bulan Desember. Pada bulan Desember pula saya mendapatkan pengalam baru sebagai Ketua Teater Langit Malang dan juga menjadi Kooordinator IT & C pada FoSSEI Regional Jawa Timur yang semuanya telah berakhir pada Desember 2010 ini.
Desember 2010 ini (semoga) menjadi akhir dari masa kuliah yang telah saya tempuh selama 4 tahun, dimana mulai besok Senin saya akan melaksanakan UAS yang (semoga) terakhir kalinya (Amiin). Setelah itu agenda studi di kampus akan berbeda berorientasi, dari yang ngampus untuk kuliah menjadi ngampus untuk skripsi (Amiin), ya setelah UAS ini saya akan mulai berkosentrasi untuk mulai menyelesaikan skripsi yang menjadi akhir masa studi saya. Hanya ada waktu sampai April 2011 untuk bisa menyelesaikan semua yang berhubungan dengan studi, setelah itu Mei 2011 saya bisa wisuda (Amiin).
Banyak impian saya untuk tahun 2011, mulai dari lulus kuliah, memulai bisnis baru dan menjadi wirausahawan muda, menjelajah nusantara, dan banyak lagi....
Bagaimana dengan anda kawan, apa impian di tahun 2011??
3
komentar
Hmm... jika membaca judul tulisan ini, mungkin sebagian temen-temen pasti teringat akan sebuah judul buku yang cukup terkenal di kalangan "kita". ya.. buku tersebut berjudul "Menyiapkan Momentum" karya Rijalul Imam. Tapi tulisan ini gak ada hubungannya kok dengan buku tersebut, hanya judulnya aja yang sedikit menyerempet (emang sengaja sih) dengan buku tersebut.
Menurut saya, kata "mengabadikan" bisa diartikan menjadi mendokumentasikan alias mengarsipkan, atau mm... (mikir bentar), ya seperti itulah. Sedangkan kata "momentum" dapat diterjemahkan sebagai suatu kejadian atau peristiwa di masa atau waktu atau saat tertentu. Jadi dapat disimpulkan bahwa mengabadikan momentum adalah ya mengabadikan momentum itu sendiri. halah... (mekso).
Susunan kata "mengabadikan momentum" tersebut muncul di kepala saya saat saya dalam perjalanan menuju pulau Madura, dimana saya harus menghadiri kegiatan Musyawarah Regional FoSSEI Jawa Timur yang bertempat di Universitas Trunojoyo, Bangkalan, Madura. Saat itu saya bersama akh Isa dan teman-teman rombongan yang lain sedang mencoba mengambil gambar alias mengabadikan dalam gambar aktivitas kita di dalam perjalanan. Kejadian-kejadian yang ada pada saat tersebut merupakan suatu momen yang harus di abadikan. Nah, dari situlah tercetus dari mulut saya berupa ucapan "mengabadikan momentum", dan sejak saat itu rangkaian kata tersebut terus menghiasi sepanjang perjalanan dan selama kegiatan hingga perjalanan pulang kami.
Mungkin dua kata ini bisa menggantikan istilah "narsis" menjadi lebih halus dan bisa diterima oleh semua pihak, haha...
Mengabadikan momentum adalah merupakan hal penting yang harus dilakukan tiap-tiap dari kita, dan hal ini mempunyai banyak manfaat kedepannya. Mau tahu apa aja sih manfaatnya? Nih, diperhatikan ya!
1. Bisa menjadi kenang-kenangan
2. Bisa menjadi bukti otentik
3. Bisa menjadi media untuk terkenal
4. Bisa menjadi sarana penyaluran bakat narsis
5. dsb..
Mungkin ini salah satu ungkapan yang sering kita dengar juga,
"Gak Narsis, Gak Eksis"
bener gak sih!?!?
hehehe...
Menurut saya, kata "mengabadikan" bisa diartikan menjadi mendokumentasikan alias mengarsipkan, atau mm... (mikir bentar), ya seperti itulah. Sedangkan kata "momentum" dapat diterjemahkan sebagai suatu kejadian atau peristiwa di masa atau waktu atau saat tertentu. Jadi dapat disimpulkan bahwa mengabadikan momentum adalah ya mengabadikan momentum itu sendiri. halah... (mekso).
Susunan kata "mengabadikan momentum" tersebut muncul di kepala saya saat saya dalam perjalanan menuju pulau Madura, dimana saya harus menghadiri kegiatan Musyawarah Regional FoSSEI Jawa Timur yang bertempat di Universitas Trunojoyo, Bangkalan, Madura. Saat itu saya bersama akh Isa dan teman-teman rombongan yang lain sedang mencoba mengambil gambar alias mengabadikan dalam gambar aktivitas kita di dalam perjalanan. Kejadian-kejadian yang ada pada saat tersebut merupakan suatu momen yang harus di abadikan. Nah, dari situlah tercetus dari mulut saya berupa ucapan "mengabadikan momentum", dan sejak saat itu rangkaian kata tersebut terus menghiasi sepanjang perjalanan dan selama kegiatan hingga perjalanan pulang kami.
Mungkin dua kata ini bisa menggantikan istilah "narsis" menjadi lebih halus dan bisa diterima oleh semua pihak, haha...
Mengabadikan momentum adalah merupakan hal penting yang harus dilakukan tiap-tiap dari kita, dan hal ini mempunyai banyak manfaat kedepannya. Mau tahu apa aja sih manfaatnya? Nih, diperhatikan ya!
1. Bisa menjadi kenang-kenangan
2. Bisa menjadi bukti otentik
3. Bisa menjadi media untuk terkenal
4. Bisa menjadi sarana penyaluran bakat narsis
5. dsb..
Mungkin ini salah satu ungkapan yang sering kita dengar juga,
"Gak Narsis, Gak Eksis"
bener gak sih!?!?
hehehe...
Langganan:
Postingan (Atom)


