"I feel something missing.." mungkin istilah tersebut tidak asing di telinga kita, khususnya saya. Mungkin memang saat ini kita (baca: Teater Langit) sedang merasakan hal tersebut, apalagi teman2 yg sudah bergabung lama dan merasakan bagaimana suka-duka TL di masa lalu.
Situasi seperti ini tidak hanya terjadi pada saat ini, akan tetapi pada masa sebelumnya pernah kita alami, seperti halnya pada saat saya menjadi ketua. Jujur pada saat itu saya sendiri juga bingung bagaimana mengembalikan kondisi TL sperti sebelumnya.
Kalau bisa diwujudkan, maka hal yang terasa hilang tersebut adalah "kebersamaan". Dalam kebersamaan kita bisa merasakan kekompakan, canda, tawa, ceria dan hal2 yg menyenangkan lainnya.
Kebersamaan ini bukan kita dapatkan dengan mengenang masa lalu dan mengembalikan semuanya seperti dulu. NON SENSE. Tidak mungkin. Semua yg telah lalu pasti berlalu dan tidak akan kembali lagi. Baik dari segi wakgtu, ruang, dan individunya. Semua pasti berubah, datang dan pergi silih berganti. Hari terus berganti, waktu terus berjalan.
Kebersamaan disini haruslah kita bangun. Kebersamaan adalah rekayasa positif yang diciptakan dan disengaja. Kebersamaan itu muncul berdasarkan hukum sebab-akibat yg ditimbulkan oleh suatu momen yg dibuat secara bersama dan kontinyu.
Nah, sekarang bagaimana membangun kebersamaan itu? Kebersamaan akan muncul dari kesadaran diri sendiri. Lakukanlah apa yg memang seharusnya dilakukan. Kerjakan tugas2 yg harus ditunaikan. Jangan terlalu dalam memikirkan hal2 yg tidak perlu. Biarlah apa kata orang, yg penting kita terus berjalan sesuai arah tujuan. TAKE ACTION!
Apalagi saat ini TL dalam tahap berkembang, dengan peningkatan jumlah anggota yang sangat pesat pastinya juga menuntut kerja keras para pengurusnya. Saat ini TL bukan lagi sebuah perkumpulan orang2 narsis, bukan perkumpulan orang2 yg suka jalan2 dan makan, bukan organisasi main2 yg hanya untuk suka2 saja. TL adalah organisasi profesional. Dikelola dengan manajemen yg baik, mempunyai visi dan misi yg jelas, mempunyai target terukur.
Oleh karena itu kawan, marilah kita bersama membangun kebersamaan ini, kita bukanlah teman dalam 1 wadah, tapi kita adalah KELUARGA. Sampai kapanpun dan bagaimanapun ikatan keluarga tidak akan putus.
Wallahua'lam bishowab.
Situasi seperti ini tidak hanya terjadi pada saat ini, akan tetapi pada masa sebelumnya pernah kita alami, seperti halnya pada saat saya menjadi ketua. Jujur pada saat itu saya sendiri juga bingung bagaimana mengembalikan kondisi TL sperti sebelumnya.
Kalau bisa diwujudkan, maka hal yang terasa hilang tersebut adalah "kebersamaan". Dalam kebersamaan kita bisa merasakan kekompakan, canda, tawa, ceria dan hal2 yg menyenangkan lainnya.
Kebersamaan ini bukan kita dapatkan dengan mengenang masa lalu dan mengembalikan semuanya seperti dulu. NON SENSE. Tidak mungkin. Semua yg telah lalu pasti berlalu dan tidak akan kembali lagi. Baik dari segi wakgtu, ruang, dan individunya. Semua pasti berubah, datang dan pergi silih berganti. Hari terus berganti, waktu terus berjalan.
Kebersamaan disini haruslah kita bangun. Kebersamaan adalah rekayasa positif yang diciptakan dan disengaja. Kebersamaan itu muncul berdasarkan hukum sebab-akibat yg ditimbulkan oleh suatu momen yg dibuat secara bersama dan kontinyu.
Nah, sekarang bagaimana membangun kebersamaan itu? Kebersamaan akan muncul dari kesadaran diri sendiri. Lakukanlah apa yg memang seharusnya dilakukan. Kerjakan tugas2 yg harus ditunaikan. Jangan terlalu dalam memikirkan hal2 yg tidak perlu. Biarlah apa kata orang, yg penting kita terus berjalan sesuai arah tujuan. TAKE ACTION!
Apalagi saat ini TL dalam tahap berkembang, dengan peningkatan jumlah anggota yang sangat pesat pastinya juga menuntut kerja keras para pengurusnya. Saat ini TL bukan lagi sebuah perkumpulan orang2 narsis, bukan perkumpulan orang2 yg suka jalan2 dan makan, bukan organisasi main2 yg hanya untuk suka2 saja. TL adalah organisasi profesional. Dikelola dengan manajemen yg baik, mempunyai visi dan misi yg jelas, mempunyai target terukur.
Oleh karena itu kawan, marilah kita bersama membangun kebersamaan ini, kita bukanlah teman dalam 1 wadah, tapi kita adalah KELUARGA. Sampai kapanpun dan bagaimanapun ikatan keluarga tidak akan putus.
Wallahua'lam bishowab.
*****
"Dalam sebuah organisasi pasti ada yg datang dan pergi, keluar dan masuk. Dan yg paling merasa sedih adalah orang yg menyaksikan kejadian tersebut, dia sudah sejak awal berada disitu dan tidak pergi kemanapun." (MJ).
*****
Dedicated to Teater Langit
Tulisan ini juga dipublikasikan dalam note di Privat Group Teater Langit Ngalam.
1 komentar
Selamat pagi kawan! (walaupun sekarang aslinya sudah malam, tapi tetap menggunakan semangat pagi).
oke, yang mau ketawa silakan ketawa...
saya emang lagi lebay-lebay dikit lah...
krik..krik...krik....
Ya hari ini tadi akhirnya saya nengok (baca: harus ke) kampus. Setelah beberapa waktu saya menghilang dari peradaban kampus, hari ini saya kembali terlihat seperti mahasiswa sebenarnya. Celana jeans hitam dipadu dengan kemeja lengan pendek kotak-kotak abu-abu biru ditambah dengan sweater hitam dan sepatu vantovel coklat-hitam yang sudah mulai kelaparan sobek membawa saya menuju kampus tercinta. Saking cintanya sudah hampir 5 tahun saya hampir tiap hari pergi kesana. hahaha...
Dengan agak tertatih (kata teman saya seperti orang mabuk) saya memasuki kantor fakultas ekonomi yang memang tidak asing bagi saya. Orang-orang disana pun hampir rata-rata tahu saya dengan pasti (pasti angkatan tua). Memang hari ini sedikit spesial bagi mahasiswa, yaitu dimana KHS bisa diterima (ralat: tidak jadi spesial karena nilai KHS sudah bisa dilihat melalui internet sejak beberapa pekan yang lalu). Tapi mungkin bagi saya ini adalah hari spesial dan bersejarah, karena akhirnya setelah melewati 99 rintangan dan 101 cobaan dalam perjalanan ke Barat untuk mengambil kitab suci... eh, salah! yang benar saya akhirnya mengajukan outline.
krik...krik...krik....
betewe,,outline apaan yak!?
Gini aja lah, ini bisa dibilang langkah awal saya untuk bisa mengerjakan skripsi, ya kurang lebih pengajuan judul skripsi getoo... eh bro, skripsi itu makanan apa ya?? *lirik aisyi*
Sebenarnya saya mau jujur, bahwa sejak beberapa waktu kemarin saya telah mengidap penyakit yang sangat berbahaya yang menggerogoti hidup saya bahkan merenggut masa depan saya. Ini juga yang menyebabkan saya menunda-nunda pekerjaan (baca: skripsi) yang seharusnya sudah bisa saya selesaikan. Akhirnya dengan sedikit motivasi yang tersisa, saya mencoba bangkit untuk meraih kembali impian yang sempat pudar. Pastinya seluruh orang tahu penyakit tersebut dan juga pasti pernah mngidapnya juga. Dan penyakit tersebut adalah... MALAS. *eng...ing...eng...*
saya emang lagi lebay-lebay dikit lah...
krik..krik...krik....
Mungkin memang kelemahan saya, dimana harus mempunyai motivasi yang benar-benar kuat untuk bisa mengawali mengerjakan ataupun menyelesaikan suatu pekerjaan. Pragmatis? mungkin bisa dibilang seperti itu, tapi perlu digaris bawahi dan dicetak tebal: hal terebut tidak selalu berbentuk uang. Untuk kasus saat ini, yaitu skripsi, saya memang sedang termotivasi karena memang sudah dikejar deadline dan bisa dibilang hampir experied. 4 tahun lebih adalah waktu yang sangat lama dan terbuang percuma dalam hidup saya, kalau tidak segera saya selesaikan maka hal tersebut akan menjadi benar-benar sia-sia. Jadi saat ini bisa saya simpulkan sebagai momen yang tepat untuk saya bisa segera hijrah.
Hari ini tadi saya baru mengajukan outline, dan besok pagi sudah bisa saya dapatkan kepastian dosen pembimbing yang akan membantu saya untuk mengarang bebas menyusun skripsi. Dan dalam waktu kurang dari 1 pekan saya harus bisa menyusun sebuah proposal penelitian untuk diseminarkan tanggal 19 ini. Setelah itu awal April saya harus sudah menyelesaikan skripsi dan siap untuk dibantai diuji. Semoga dosen pembimbing yang saya dapatkan adalah yang terbaik dan bisa saya ajak bekerja sama dalam rencana besar ini. Amiin..
Pada kesempatan ini saya juga minta doa restu dan dukungan dari teman-teman blogger supaya saya bisa lancar melaksanakan rencana besar ini...
Selamat pagi kawan. Gimana kabarnya, semoga sehat selalu menyertai anda.
Kali ini saya akan berbagi pengalaman terkait pembuatan film pendek. Selama 3 hari kemarin, yaitu Selasa - Kamis (1/2 - 3/2) kami lagi bikin sebuah film mini. Film ini merupakan pembelajaran awal kita dimana teman-teman Teater Langit sudah memimpikannya sejak lama. Saat ini adalah momen yang pas, dimana teman-teman masih dalam masa liburan, dan kameranya mumpung masih ada dan belum diambil sama yang punya.
Mbah Jiwo sebagai motor penggerak kita sangat bersemangat untuk bisa membuat 1 film saja, sederhana saja, yang simpel dan mudah saja.
Dan akhirnya jadilah mini film pertama kita yang berdurasi 8 menit. Hanya 8 menit saja kita harus shooting selama 3 hari berturut-turut. Lalu bagaimana dengan sinetron di televisi yang sampai puluhan episode itu? Ya, silakan anda bayangkan sendiri.
Banyak faktor-faktor yang sangat berpengaruh besar dalam pembuatan film, khususnya outdoor yaitu cuaca. Selama hampir sepekan ini kota Malang setiap hari pasti turun hujan, nah ini juga yang menyebabkan kita sampai harus 3 hari shooting pada saat cuaca benar-benar cerah.
Nah ini dia buat kawan-kawan yang ingin tahu bagaimana buah karya kita, jadi ya harap maklum karena masih amatiran.
Nah, kali ini Pak Wow berperan sebagai apa? Haha, kali ini saya belum berperan sebagai apa-apa. Namanya juga masih belajar, jadi lebih banya di belakang layar saja. Tapi kebetulan di mini film 27° diatas saya sempat jadi figuran, cuma muncul beberapa detik saja, hahaha... Oke ada yang tau saya muncul dimana??
Harapannya mini film ini menjadi awal pembelajaran kami, dimana impian kami untuk bisa membuat film-film yang turut menghiasi televisi dan layar lebar Indonesia. Amiin...
Ohya, satu lagi. Dengan berhasilnya mini film ini maka terpatahkan juga #MitosTL yang selama ini ada di sekitar kami...
Jayalah selalu perfilman Indonesia...! ;)
Halo kawan, apa kabar..?
Bagi yang ingin ke TKP bisa langsung klik gambarnya, pasti dijamin selamat sampai tujuan dengan aman. hehe...
Hari ini saya mau berbagi tentang salah satu blog saya yang ternyata saya baru sdar kalo sudah lama sekali tidak merawatnya, hehe... Ya, entah kenapa tadi setelah diajak join di blognya FASKI, saya ingin sekali menengok blog lama saya itu.
Akhirnya dengan bermodal sebuah pesan singkat yang masih terseimpan di hape saya, blog Pesan Singkat tersebut saya update. Seperti namanya, blog ini memang berisi tentang pesan-pesan singkat yang saya dapatkan dari berbagai sumber dan Insya'Allah isinya bermanfaat buat kita semua. Sebagian besar, bahkan hampir keseluruhannya, memang saya dapatkan dari pesan singkat alias sms dari teman-teman saya. Dari pada pesan-pesan ini hanya tersimpan di hape dan inbox pun mulai penuh, akhirnya saya putuskan untuk berbagai dengan teman-teman blogger ataupun onliners lainnya.
Nah, bagi temen-temen yang penasaran, ini ada penampakannya :
Bagi yang ingin ke TKP bisa langsung klik gambarnya, pasti dijamin selamat sampai tujuan dengan aman. hehe...
Salah satu alasan saya juga mengapa kok mempublikasikan blog ini adalah ternyata ada hasil yang menajubkan saya dapatkan dari data statistik blog tersebut, padahal selama 6 bulan saya tidak menyentuhnya ternyata ada saja orang-orang yang kesasar mampir kesana. Tapi walaupun mereka tersesat mampir di blog Pesan Singkat tersebut, semoga tidak kecewa dengan materi yang ada disana. Hari ini sudah ada 72 kunjungan di blog Pesan Singkat tersebut dan 33 diantaranya membuka posting-an hari ini, yaitu Jangan Bangga. Oya, tentu saja ini juga berkat promosi saya di facebook dan twitter saya.
Semoga dengan adanya informasi ini temen-temen blogger juga bersedia mampir ke blog tersebut, dan semoga dapat memberikan manfaat buat kita semua. Amiin...
Change the Game --> 2011
Label:
2011,
change,
fun,
Kuliah,
LPI,
Me,
mimpi,
share,
tahun baru,
Teater Langit,
UIN Maliki,
wisuda
Halo kawan,,
Ya ternyata ini sudah tahun 2011, dimana berbagai persitiwa yang telah kita lalui di tahun kemarin menjadi kenangan dan juga pengalaman yang harus diperhatikan untuk modal di 2011 ini.
Oke, Change the Game kalo kita mendengar istilah itu pasti langsung menjurus kepada LPI sebuah kompetisi sepak bola baru (baca: pesaing) di indonesia ini. Tapi untuk saat ini saya tidak membahasnya, hanya motto-nya saja yang kita ambil. Spirit yang tersimpan dibalik kata-kata itu sangat pas untuk kita aplikasikan dalam kehidupan kita di tahun 2011 ini, khususnya buat saya sendiri. Dimana tahun ini adalah kesempatan besar untuk mewujudkan mimpi-mimpi masa lalu dan juga membangun mimpi-mimpi baru di masa depan.
![]() |
| source: www.iilmforyou.blogspot.com |
Akhir-akhir ini saya memang sedang disibukkan dengan aktivitas recording baik dari teman-teman Teater Langit sendiri ataupun job sampingan dari luar. Alhamdulillah ada rejeki tambahan. Ya, tapi hal tersebut cukup menyita waktu saya dalam beraktivitas di luar kamar, berhari-hari pekerjaan saya habis bangun tidur langsung kembali ke laptop sampai malam menjelang tidur, dan esok paginya begitu lagi. Apalagi saat ini ada kesempatan karir baru untuk melatih teater anak-anak SD, ya walaupun hanya momentum tertentu, paling tidak ini bisa menambah pengalaman dan juga yang pasti income saya di bulan ini. hehehe...
Pada awal saya terima job sekitar awal bulan ini, saya membuat statement yang jika dipikir-pikir itu ada benarnya, yaitu:
semakin banyaknya proyek yang didapat berbanding lurus dengan meningkatnya income yang juga meningkatnya efek jenuh... #abahgahul2011
entah apakah ada orang lain yang lebih dahulu memiliki pernyataan ini, yang pasti ini adalah buah pikiran saya yang tiba-tiba muncul pada saat itu.
Selesai proyek ini saya harap ada waktu luang untuk saya gunakan, paling tidak bisa saya manfaatkan untuk pulang ke rumah, menjenguk orang tua yang selalu mendoakan saya dari jauh. Setelah itu mulai berkonsentrasi untuk mengejar ketertinggalan saya dengan teman-teman yang lain, dimana mereka sudah tidak lagi menyandang status "mahasiswa". Outline --> Proposal --> Skripsi --> Wisuda. Semoga Mei semuanya sesuai rencana, Amiin...
Let's Change the Game..!
Langganan:
Postingan (Atom)






