twitter rss

PaK WoW, nasibmu kini...

Hai pren.., gimana nih kabarnya? Terasa amat lama sekali aku tidak menyapa temen2 smua dan juga meng-apdet blog ini. Nah pada kesempatan ini aku mau sedikit cerita nih, tentang si PaK WoW, ya itu aku sendiri, hehe...

Udah sekitar 1 minggu ini aku menderita flu dan batuk, tapi alhamdulillah udah lumayan berkurang banyak. Ya walaupun juga harus habis 2 botol zenirex buat menghapus batuk dari hidupku dan 5 butir decolgen yang aku telen buat bisa menghentikan aliran ingus di hidungku. "Uhuk... uhuk... srooot...." itu adalah ungkapan yang sempet aku posting di status pesbuk dan mendapat banyak sekali tanggapan, mulai dari yang mendo'akan supaya cepet sembuh dan sampai yang teriak-teriak "nggilani.....!!!" (menjijikkan, red.), dan sebagainya. Tapi ya biarlah orang lain teriak-teriak, aku tetep berlalu. Hahaha.... Btw, ada satu peristiwa yang bikin aku malu dan bikin aku males kuliah. Pada waktu kuliah dosen kan lagi ngomong, tiba2 rasanya tenggorokanku gatel banget, gak bisa ditahan.... akhirnya keluarlah bunyi kaya' sapi disembelih.. "gruuk... grook.... grook... srooot..." dan tentu saja sang dosen merasa terganggu banget dengan kondisi tersebut. Alhamdulillah, akhirnya aku bisa diam dan tenag kembali, alhasil dosen pun ngomong "sudah mas batuknya...!?!?" What's...!!! Parah nih dosen... aku kan batuk bukan dibuat2, tapi aseli loh...!!! yah,, dengan muka merah penuh malu aku cuma bisa senyum diiringi temen2 yang pada ngetawain aku.... Geeerrrrr..... Finally, esoknya akupun terpaksa bolos kuliah lagi gara2 kondisi badan yang tambah parah n' suara batuk yang tambah ganas juga....

Dan hari2pun berlalu...

Akhirnya hari pertanggungjawaban pun tiba. Temen2 Teater Langit mengadakan LPJ untuk kepengurusan tahun kemarin n' pergatian pengurus untuk 1 tahun kedepan. Aku pun tak luput juga, coz di TL aku masuk sebagai pengurus di bagian Inventaris, so.. harus bikin daftar kepemilikan atas barang2 TL mulai dari awal. Ya maklum lah, baru awal tahun pendirian jadi belum tersusun rapi semua. Akhirnya demisioner juga.... Alhamdulillah...

Waktupun berlalu, masuk pada sesi pemilihan Ketua baru Teater Langit. Dan calon2nya dipilih, ada Reza Jijay; Wapin upin; As'ad Mukhlis; Mbak Jum; Aisyi Huwa-Huwa; Ais; n pastinya PaK WoW juga. Karena musyawarah tidak mencapai mufakat, akhirnya memakai jalan voting terbuka untuk memilih Ketua. Votingpun dilakukam, hasil sementara aku dan Reza seimbang tinggal menunggu suara terakhir dari Ibel Abel, yang akhirnya memutuskan untuk memilih PaK WoW. Dan secara otomatis aku pun terpilih sebagai Ketua TL yang baru. Alhamdulillah, Astaghfirullah, Innalillahi wa inna ilaihi roji'un... Bertambah lagi amanah yang harus aku emban saat ini, benar2 cukup berat menghadapinya. Padahal sebelum terpilih aku masih memegang 4 tanggung jawab yang belum selesai, dan akhirnya menjadi 5. Oh God... Hmmpfft......

Ya.. mo gimana lagi. Teringat kata2 Mbah Jiwo bahwa kecenderungan temen2 adalah berusaha untuk tidak menerima jabatan/amanah dan mengalah, lebih mendahulukan saudaranya dulu. Tetapi ketika jabatan/amanah itu jatuh kepadanya, maka akan dijalankan dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. Semoga aku juga bisa menjalankan amanah ini dengan semaksimal mungkin. Tapi hal ini tentu harus ada peran serta temen2 TL semua baik yang menjadi pengurus ataupun anggota saja. Kita butuh kerja sama dan bahu-membahu untuk bisa mencapai kesuksesan bersama serta kemajuan Teater Langit. MERDEKA...!!!

Sekailan aku mo ngucapin terima kasih buat Reza Jijay yang telah membuat "pidato kekalahan" dalam bentuk poster di FB yang sekaligus menjadi media sosialisasi pengurus TL yang baru ^_^v. Ini dia :

Serasa diriku telah tiada di dunia...

Kurban...kurban...

10 Dzulhijjah 1430 H atau bertepatan dengan 27 Nopember 2008 merupakan hari kemenangan juga bagi umat Muslim di seluruh dunia, yang merupakan Hari Raya Idul Adha. Biasa dikenal dengan Hari Raya Haji karena sebagian umat Muslim juga sedang melaksanakan Haji di Makkah atau juga dikenal Hari Raya Kurban karena saat itu Umat Muslim juga melaksanakan kurban yang ditujukan untuk mewujudkan rasa cintanya kepada Allah dengan rela mengorbankan sebgian hartanya untuk dibelikan kambing, sapi, atau unta. Hal ini juga merupakan yang diajarkan Nabi Ibrahim sewaktu diperintahkan Allah untuk berkurban.
Kemarin, Temen-temen Teater Langit juga melaksanakan kurban berupa 1 ekor domba yang dilaksanakan di rumahnya Mbah Jiwo. Kurban tersebut merupakan hasil dari iuran temen-temen Teater Langit, karena emang kita-kita belum mampu untuk bisa berkurban secara sendiri-sendiri. Ya.. itung-itung belajar berkorban seperti waktu sekolah dulu. Dan Alhamdulillah pemotongan kurban berjalan dengan lancar dan tanpa ada hambatan yang berarti. Dan juga waktu pembagian daging kurban itu tidak ada insiden yang membahayakan, karena emang tempat yang terpencl dan tidak diketahui khalayak ramai. Selain itu juga daging kurbannya hanya dibagikan ke tetanga-tetangga sekitas saja. Sebagian yang menjadi hak kita akhirnya kita masak bersama-sama menjadi sate dan gulai.
Ini di bawah saya tampilkan foto-foto dokumentasi kegiatan tersebut :

Penyembelihan

Dikuliti

Dipotong-potong

Ditusuk-tusuk

Dibakar + dikipasin pake kipas angin

Sudah matang

Siap disantap

Dibagi-bagi dapetnya 6 tusuk

Sebuah Pengakuan

Ya Rabb,

Aku tau hidup ini hanya sekali,
tapi mengapa aku tidak memanfaatkannya dengan baik

Aku tau alam ini semua adalah milikMu,
tapi mengapa aku tidak tunduk kepadaMu

Aku tau harta ini adalah pemberianMu,
tapi mengapa aku tidak bersyukur terhadapMu

Aku tau hidup ini sebenrnya indah,
tapi mengapa a membuatnya menjadi suram

Aku tau ada jutaan warna di dunia ini,
tapi mengapa aku hanya melihat hitam yang kelam

Ya Rabb,

Aku sadar…
Aku jauh dariMu
Aku jauh dari rumahMu
Aku lalaikan semua kewajibanku
Aku dustakan semua keagunganMu

Maafkanlah hamba Ya Allah…
ampuni hamba yang nista ini…

Tunjukkanlah hamba menuju cahayaMu

Ihdinas shiraatal mustaqiim,
Tunjukilah kami jalan yang lurus,

Siraathal ladzii na’an ‘amta ‘alaihim,
ghairil maghduu bi’alaihim, walad dhaalliin
Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat,
bukan jalan mereka yang dimurkai
dan bukan pula jalan mereka yang sesat.

Amiin…

AKU dan AKU

Di dalam kesendirian, ku hanya bisa diam
membisu dan tenggelam dalam kesunyian

Di dalam keramaian, ku hanya bisa melihat
memandang dan hanyut dalam derasnya gelombang

Di dalam kebersamaan, ku hanya bisa mengangguk
tak ada pilihan dan mencair dalam bauran

Apa yang aku lakukan, hanyalah sebuah tanda tanya
tak bermakna dan akan menghliang begitu saja

Aku tak peduli dengan semua itu
biarlah orang berkata apa
yang tau hanyalah aku, aku dan aku…

Mereka tak akan mengerti
dan mereka tak mau mengerti

Karena mereka juga hanya tau kata aku, aku dan aku…

Andai saja semua mengenal kata kita,

kita bersama…

Who is "Pak Wow"??

Beberapa minggu kemarin aku mulai mengenalkan diri dengan nama Pak Wow kepada beberapa temen, khusunya mereka yang tergabung di Teater Langit dan di dunia maya (facebook, blog, twitter, plurk, dsb). Sampai2 blog ini aku kasih nama "Zona Pak Wow". Bai de wai, eni wai, en bas wei,, sebenarnya apaan sih Pak Wow itu? Siapa sih dia?

Sebenarnya nama "Pak Wow" ini aku terinspirasi dari salah satu karakter yang terdapat di filmnya Si Ikin 3, yaitu Pak Wo -- seorang pedagang kaki lima yang berjualan lontong racing di Surabaya--. Padahal nama sebenarnya karakter tersebut adalah Wawan, tapi mungkin biar mudah memanggilnya, akhirnya disingkat menjadi Pak Wo. Buat temen2 yang belum pernah tau filmnya, silahkan nonton langsung dan gratis di sini.

Bukan karena apa2 aku mengambil nama itu, cuma yang mudah diucapkan dan familiar aja di telinga temen2. Sehingga dengan sedikit modifikasi aku menambah huruf 'W' di belakangnya. Selain itu istilah "wow" juga pernah mengisi hari2ku sewaktu mengikuti suatu diklat, dimana yel2 di kelompokku berakhir dengan gertakan "WOW!!!".

Dan akhirnya, dengan rahmat Tuhan YME, Saya mengenalkan diri sebagai "Pak Wow". Hal2 yang berkaitan dengan pemindahan nama dikarenakan tuntutan profesi di dunia teater yang mengharuskan mempunyai nama panggung.

Nah, yang paling akhir, dan terakhir, sampai dengan saat ini aku berusaha untuk mempopulerkan nama tersebut di seluruh dunia, baik nyata maupun maya.
So, please call me "Pak Wow" guys!!!
^_^

Nih, Pak Wo yang aseli...