twitter rss

Who is "Pak Wow"??

Beberapa minggu kemarin aku mulai mengenalkan diri dengan nama Pak Wow kepada beberapa temen, khusunya mereka yang tergabung di Teater Langit dan di dunia maya (facebook, blog, twitter, plurk, dsb). Sampai2 blog ini aku kasih nama "Zona Pak Wow". Bai de wai, eni wai, en bas wei,, sebenarnya apaan sih Pak Wow itu? Siapa sih dia?

Sebenarnya nama "Pak Wow" ini aku terinspirasi dari salah satu karakter yang terdapat di filmnya Si Ikin 3, yaitu Pak Wo -- seorang pedagang kaki lima yang berjualan lontong racing di Surabaya--. Padahal nama sebenarnya karakter tersebut adalah Wawan, tapi mungkin biar mudah memanggilnya, akhirnya disingkat menjadi Pak Wo. Buat temen2 yang belum pernah tau filmnya, silahkan nonton langsung dan gratis di sini.

Bukan karena apa2 aku mengambil nama itu, cuma yang mudah diucapkan dan familiar aja di telinga temen2. Sehingga dengan sedikit modifikasi aku menambah huruf 'W' di belakangnya. Selain itu istilah "wow" juga pernah mengisi hari2ku sewaktu mengikuti suatu diklat, dimana yel2 di kelompokku berakhir dengan gertakan "WOW!!!".

Dan akhirnya, dengan rahmat Tuhan YME, Saya mengenalkan diri sebagai "Pak Wow". Hal2 yang berkaitan dengan pemindahan nama dikarenakan tuntutan profesi di dunia teater yang mengharuskan mempunyai nama panggung.

Nah, yang paling akhir, dan terakhir, sampai dengan saat ini aku berusaha untuk mempopulerkan nama tersebut di seluruh dunia, baik nyata maupun maya.
So, please call me "Pak Wow" guys!!!
^_^

Nih, Pak Wo yang aseli...

KETIKA CINTA BERTASBIH 2


Dan akhirnya hari ini datang juga, Kamis, 17 September 2009, dimana saat ini adalah tayangan premier film Ketika Cinta Bertasbih 2 di seluruh bioskop-bioskop se-Indonesia. Alhamdulillah jugsa saya telah menikmati alur film tersebut bersama teman-teman di hari ini di MATOS 21. Walaupun harus rela mengantri tiket sampai 3 jam, semuanya itu telah terbayarkan dengan nikmatnya berenang di alur cerita yang berkualitas tinggi ini. Dan ini merupakan film yang ditayangkan pertama kali di Malang, bahkan tadi tuh roll film-nya juga baru datang. Saya memilih jam tayang film pada 12.30 WIB, jadi gak sampai terputus karena berbuka atau lainnya, dan selesai pula dengan tepat.

Saya, Iqbal, Ahmed, dan Hafidz sangat terharu sekali dengan alur ceritanya, hingga di saat adegan-adegan tertentu saya sempat merasa ingin sekali menangis, bahkan salah satu temenku ini benar-benar menangis. Sungguh luar biasa. Ya mungkin ini ada sekilas cerita tentang film KCB 2 ini yang saya dapatkan dari group KCB 2 di FB :

*****

FILM pertama Ketika Cinta Bertasbih menyisakan sejumlah pertanyaan yang akhirnya terjawab tuntas di film kedua yang mulai tayang pada 17 September hari ini. Menurut sutradara Chaerul Umam, konflik dan dramatisasi akan lebih berkembang sehingga dapat dinikmati pembaca novel, penonton setia, maupun penonton baru.

”KCB 2 lebih dramatis. Didukung skenario penuh konflik, tapi tidak kasar. Bukan konflik emosional yang meledak-ledak. Tetapi lebih kepada konflik seseorang dengan nasibnya,” ujar sutradara KCB Chaerul Umam dalam konferensi pers di Planet Hollywood Jakarta,belum lama ini.

Umam juga mengungkapkan bahwa karakter-karakter di dalam KCB 2 tumbuh dengan maksimal. Lalu, ada pula tokoh-tokoh baru yang membuat filmnya kian berwarna. Karakter sentral, Azzam, kini digambarkan harus melawan ego dan konflik dalam batinnya. ”Saya harus menyelesaikan konflik dalam diri, termasuk keluarga, dan pencarian jodoh,” cerita pemeran Azzam, Kholidi Asadil Alam.

Azzam yang kehilangan ayahnya, harus memangku tugas sebagai imam dalam keluarga. Sementara itu, dirinya pun tersudut dalam pencarian jodoh. ”Dalam pencarian jodoh, banyak nilai-nilai yang tidak diketahui orang. Di sinilah diungkapkan bagaimana perjodohan Islam sebenarnya,” beber pria berparas manis ini.

Kisah di film kedua memang berangkat dari Azzam yang dilanda kecewa karena ditinggal menikah Anna Athafunnisa (Oki Setiana Dewi) yang dinikahi Furqon (Andi Arsyil Rahman). Dirinya pun bertemu dengan Vivi (Asmirandah), dokter cantik yang baru saja lulus dari Universitas Diponegoro.

Antusiasme keluarga Azzam menjelang pernikahannya justru membawa bencana. Ibundanya meninggal, dan lagi Azzam kecelakaan hingga harus dirawat di rumah sakit. Azzam pun membebaskan Vivi untuk menikah dengan siapa saja. Kini tinggalah Azzam terus mencari siapa yang akan menjadi mempelai perempuannya.

Dia meminta tolong kepada Ustad Lutfi (Deddy Mizwar) agar dicarikan jodoh. Proses pencarian jodoh ini kadang getir, namun sesekali mengundang tawa. Perkembangan karakter diikuti juga dengan kualitas akting para pemainnya. Hal ini dialami oleh Oki. Jika syuting KCB dia merasa belum maksimal, kini dia sudah menemukan bentuknya.

”Pada KCB 2 saya sudah menemukan ritme dan enggak kaget lagi. Perannya lebih emosional, marah, nangis, dan tegas juga, sedangkan di KCB pertama lebih banyak diam,” kata wanita cantik ini. Alice Norin, pemeran Eliana mengaku mendapat ”hidayah” dalam KCB 2. Dia mengenakan jilbab.

”Perubahan besar ya itu, mendapat hidayah untuk mengenakan jilbab,” sebutnya. Meski tampak cantik dengan jilbab, perwajahan itu diperuntukkan untuk Eliana saja. Alice pribadi belum siap. Menurut Chaerul Umam, mereka yang belum menonton film pertama KCB, tidak perlu khawatir untuk langsung melompat ke KCB 2.

”Meski tidak menonton KCB, film ini masih bisa dinikmati secara utuh,”tutur Chaerul Umam. Ditambahkan produser Danny Sapawi dari SinemArt, ”Semua pertanyaan di KCB dapat dijawab di KCB 2.Sutradara Chaerul Umam sudah maksimal mengangkat novel ini kedalam bentuk visual.”Dua edisi KCB mengadaptasi isi novelnya dengan sangat baik, sesuai keinginan penulis buku Habbiburahman El Shirazy.

KCB disebutkan oleh Danny, berhasil menyedot perhatian lebih dari tiga juta penonton. ”Kami harapkan untuk KCB 2, juga sama. Mudah-mudah terus bertambah. Targetnya sih 4 juta,” kata Denny. Angka penjualan tiket KCB1 diharapkan masih akan bertambah. Sementara untuk KCB 2, pihaknya tetap merencanakan film ini diputar di 7 negara.

SAKSIKAN DI BIOSKOP KESAYANGAN ANDA!!!!!

*****

Nah, itu tadi sekilas cerita tentang KCB 2. Sekarang saya kasih bonus deh, ada original soundtrack KCB yang bisa di donwload :

01. Melly Ft. Amee Title Hits Song "Ketika Cinta Bertasbih".
02. Melly Title Hits Song "Ya Habibi".
03. Score Title Hits Song "Menanti Cinta".
04. Score Title Hits Song "Tbac".
05. Score Title Hits Song "Menanti Cinta Shuffle".
06. Score Title Hits Song "KCB Guitar".
07. Ayushita Title Hits Song "Tuhan Beri Aku Cinta".
08. Score Title Hits Song "Habibi".
09. Krisdayanti Title Hits Song "Menanti Cinta".
10. Score Title Hits Song "KCB".
11. Score Title Hits Song "Arabian".
12. Score Title Hits Song "Tbac Guitar"
13. MELLY GOESLAW ~ Haramkah

untuk download full album klik :
klik gambar di atas untuk download


Oke, semoga bermanfaat buat kita semuanya...


**********
*UPDATE*
**********

buat temen-temen yang belum nonton KCB 1,


nih aku kasih link buat download :

klik gambar di atas untuk download



************
*UPDATE 2*
************

Nah, ini dia yang ditunggu-tunggu... yang belum nonton KCB 2, bisa langsung download disini :



klik gambar di atas untuk download



Mengabadikan Momentum

Hmm... jika membaca judul tulisan ini, mungkin sebagian temen-temen pasti teringat akan sebuah judul buku yang cukup terkenal di kalangan "kita". ya.. buku tersebut berjudul "Menyiapkan Momentum" karya Rijalul Imam. Tapi tulisan ini gak ada hubungannya kok dengan buku tersebut, hanya judulnya aja yang sedikit menyerempet (emang sengaja sih) dengan buku tersebut.

Menurut saya, kata "mengabadikan" bisa diartikan menjadi mendokumentasikan alias mengarsipkan, atau mm... (mikir bentar), ya seperti itulah. Sedangkan kata "momentum" dapat diterjemahkan sebagai suatu kejadian atau peristiwa di masa atau waktu atau saat tertentu. Jadi dapat disimpulkan bahwa mengabadikan momentum adalah ya mengabadikan momentum itu sendiri. halah... (mekso).

Susunan kata "mengabadikan momentum" tersebut muncul di kepala saya saat saya dalam perjalanan menuju pulau Madura, dimana saya harus menghadiri kegiatan Musyawarah Regional FoSSEI Jawa Timur yang bertempat di Universitas Trunojoyo, Bangkalan, Madura. Saat itu saya bersama akh Isa dan teman-teman rombongan yang lain sedang mencoba mengambil gambar alias mengabadikan dalam gambar aktivitas kita di dalam perjalanan. Kejadian-kejadian yang ada pada saat tersebut merupakan suatu momen yang harus di abadikan. Nah, dari situlah tercetus dari mulut saya berupa ucapan "mengabadikan momentum", dan sejak saat itu rangkaian kata tersebut terus menghiasi sepanjang perjalanan dan selama kegiatan hingga perjalanan pulang kami.

Mungkin dua kata ini bisa menggantikan istilah "narsis" menjadi lebih halus dan bisa diterima oleh semua pihak, haha...

Mengabadikan momentum adalah merupakan hal penting yang harus dilakukan tiap-tiap dari kita, dan hal ini mempunyai banyak manfaat kedepannya. Mau tahu apa aja sih manfaatnya? Nih, diperhatikan ya!
1. Bisa menjadi kenang-kenangan
2. Bisa menjadi bukti otentik
3. Bisa menjadi media untuk terkenal
4. Bisa menjadi sarana penyaluran bakat narsis
5. dsb..

Mungkin ini salah satu ungkapan yang sering kita dengar juga,

"Gak Narsis, Gak Eksis"

bener gak sih!?!?
hehehe...

Puasa vs Kerja

Label: , ,
Bulan Ramadhan kali ini serasa beda banget, selain karena aku gak di kampung halaman, kali ini puasa dilalui dengan masuk kerja di MP-NET yang bentar lagi masuk kuliah juga. Selama liburan kemarin aku masih berani ambil 5 shift untuk jaga, tapi bulan depan nih aku bakalan cuma ambil 3 shift aja lah, kaya' bulan-bulan sebelumnya. Bukan karena capek sih, cuma nih jadwal kuliah gak bisa diatur. Gara-gara baru bisa input di hari trakhir jadinya gak bisa milih kelas deh... Tapi gak apa-apa kok, yang penting bisa masuk kuliah full 24 sks semester ini.
Ternyata setelah aku jalani sampai dengan hari ini (29/8), aku merasa enjoy kok. Walaupun kadang kerasa capeknya, ngantuk, laper + haus (huss.., kan puasa!) tetap bisa dilalui dengan gembira. istilahnya, walaupun badai menghalau, karang mengahadang setiap langkah, akan terus aku terjang hingga tetes akhir darah penghabisan, hahaha...!!! (pake gaya pahlawan bertopeng gitu...)
Hari senin besok adalah hari pertama kuliah di semester 7 ini. Hah, TUJUH..!?!? wah ternyata aku udah yang paling tua dikampus ini, dalam artian setaraf mahasiswa yang normal kuliahnya. Kemarin waktu KRS an gak nyadar kalo ternyata aku udah gak punya kakak kelas lagi, sempat terfikir gimana kalo ntar salah ambil kelas trus masuk di kelasnya semester atas, kan jadi muda sendiri. Setelah hening beberapa menit, aku baru nyadar kalo aku ini udah semester 7 yang berarti... ya taulah...
Ya itu tadi sekilas tentang kuliahku yang kata orang lain akan segera selesai, dan aku hanya bisa menjawabnya dengan kata "amiin". Nah, sekarang kembali ke topik, tapi kan topik gak kesini? Halah, itukan Taufiq, :D . Oke serius deh, kembali ke topik..! (pake nadanya Tukul).
Memang puasa merupakan kewajiban bagi semua orang yang beriman, sehingga ini merupakan sesuatu yag sakral bagi orang muslim di seluruh dunia. Seperti dalam Upin dan Ipin yang bercerita kalo gak ikut puasa berarti ntar gak boleh merayakan Idul Fitri. Nah, biar ntar bisa ikut merayakannya makanya aku juga akhirnya ikut-ikutan puasa :) .
Emang sih terasa beda banget, apalagi setelah kesepakatan kemarin kita akan tetep masuk kerja sampai H-1, beeh... Mantab Jaya! gitu kalo katanya si Ikin. Sebenarnya kemarin dikasih tawaran, mo libur -3 H +3 ato gimana. Nah, setelah temen-temen memperhatikan, menimbang dan akhirnya memutuskan untuk libur diambil penuh setelah Idul Fitri, mengingat lebih biasanya banyak acara yang bakal di adain setelah lebaran, paling gak sampai H+7 lah. Tapi hal tersebut akan menjadi mimpi belaka kalo ternyata libur kuliahnya gak sampai segitu. Ya aku berdo'a aja semoga bisa libur 2 minggu, -7 H +7 gitu... Selain itu kali ini bakal merasakan bener-bener jadi pemudik yang bakal menempuh perjalanan pada waktu H-1, jadi ntar takbiran di jalan deh, gimana ya rasanya... Semoga ortu sabar menungguku... Hal ini diperkuat dengan bertepatannya shift kerja di H-1 yang dimulai dari jam 11.30 sampe 17.30 Maaak.... Tapi Alhamdulillah ada kebijakan dari bos yang nantinya sore jam 3 ato 4 udah bisa tutup, cukup melegakan sih.
Ya semoga aku bisa bertahan menghadapi cobaan ini (kok cobaan??), dan mengahdapinya dengan lapang dada (dadanya selapangan??) dan baik-baik saja...
Amiin...

Abah, Mama, Kakak, tunggu aku...

Ramadhan

Andai kita tahu ini Ramadhan terakhir...
masih ada kesempatan untuk melaksanakan sholat di awal waktu
sholat yang dikerjakan... sungguh khusyuk lagi tawadhu'
tubuh dan qalbu... bersatu memperhamba diri
menghadap Rabbul Jalil... menangisi kecurangan janji

innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil 'alamin
(sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku...)

Andai kita tahu ini Ramadhan terakhir...
tidak akan kita sia siakan walau sesaat yang berlalu
setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja
di setiap kesempatan juga masa yang terluang
alunan Al-Quran senantiasa kita bacakan dan perdengarkan kehadapanMU ya Rabb...

Andai kita tahu ini Ramadhan terakhir...
setiap malam kita sibukkan dengan
bertarawih... berqiamullail... bertahajjud...
mengadu... merintih... meminta belas kasih
sesungguhnya aku berharap untuk ke syurga-MU dan aku tak sanggup untuk ke neraka-MU

Andai kita tahu ini Ramadhan terakhir...
kita akan selalu bersama dengan mereka yang tersayang
kita isi Ramadhan dengan hal yang bermanfaat
kita buru...kita cari..suatu malam idaman
yang lebih baik dari seribu bulan

Andai kita tahu ini Ramadhan terakhir...
kita bakal menyediakan batin dan zahir
mempersiapkan diri... rohani dan jasmani
menanti-nanti jemputan Izrail
di kiri dan kanan... lorong-lorong ridha Ar-Rahman

Duhai Ilahi... Andai ini Ramadhan terakhir buat kami
jadikanlah Ramadhan ini paling berarti... paling berseri...
menerangi kegelapan hati kami
menyeru ke jalan menuju ridho serta kasih sayangMu... Ya Ilahi
yang bakal mewarnai kehidupan kami di sana nanti

Namun teman...
tak akan ada manusia yang bakal mengetahui
apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali bagi diri kita
yang mampu bagi seorang hamba itu hanyalah
berusaha... bersiap-siap... bersedia... meminta belas-NYA

Marhaban ya Ramadhan
Bulan dimana nafas kita menjadi tasbih, tidur kita menjadi ibadah, amal kita diterima dan do'a kita di ijabah,
Sebelum cahaya surga padam, Sebelum hidup berakhir,
Sebelum pintu tobat tertutup, Sebelum Ramadhan datang,
dan untuk menambah khusyu-nya ibadah dibulan yang suci - yang penuh dengan berkah serta ampunan ini,
saya pribadi ingin menghaturkan PERMOHONAN MAAF lahir dan bathin,
Semoga kita semua senantiasa berada dalam Rahmat dan Hidayah ALLAH SWT serta selalu sehat dalam melaksanakan ibadah Ramadhan.

Taqqobalahu Minna Waminkum, Taqoballahu Ya Karim,

MARHABAN YAA RAMADHAN

[dari seorang teman : J. Purwanto | joko.purwanto@metrodata.co.id]